Khutbah Idulfitri di Solo: Ustaz Dwi Jatmiko Sampaikan Lima Kunci Negeri yang Berkah

PWMJATENG.COM, Surakarta — Imam dan khatib Salat Idulfitri di Krida Mangkubumen, Banjarsari, Surakarta, Ustaz Dwi Jatmiko, mengingatkan bahwa rasa aman merupakan salah satu nikmat terbesar dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, Jumat (20/3/2026).
Ustaz Dwi Jatmiko yang juga Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu menegaskan, nikmat aman sangat menentukan hadirnya berbagai nikmat lainnya dalam kehidupan.
“Bayangkan, apa artinya rumah besar, makanan berlimpah, kendaraan mewah, dan segala fasilitas kehidupan lainnya kalau ternyata negeri tempat kita tidak aman,” ujarnya.
Dalam khutbah Idulfitri tersebut, ia mengajak umat Islam menjadikan bulan Syawal sebagai momentum untuk menebarkan salam, mempererat doa, dan bersama-sama mewujudkan negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, yakni negeri yang baik, aman, subur, makmur, serta penuh rida dan ampunan Allah Swt.
Lima Kunci Negeri yang Berkah
Anggota Korps Mubaligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo itu menyampaikan lima syarat agar sebuah negeri memperoleh keberkahan.
Pertama, adanya ketaatan kepada Allah yang diwujudkan melalui iman dan takwa.
Kedua, hadirnya akhlak mulia serta rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah.
Ketiga, adanya pemimpin yang adil dan amanah di tengah masyarakat.
Keempat, terjalinnya hubungan yang harmonis antara rakyat dan pemerintah.
Kelima, adanya keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, yang diiringi kemajuan ilmu agama dan ilmu umum untuk kemaslahatan bersama.
Ia juga menambahkan bahwa negeri yang berkah adalah negeri yang subur, aman dari ancaman internal maupun eksternal, serta memiliki aparat yang menjalankan tugas sebagai pengayom keamanan dan penjaga kesejahteraan masyarakat, baik secara jasmani maupun rohani.
Khutbah Dikuatkan Pesan Al-Qur’an
Dalam khutbahnya, Ustaz Dwi Jatmiko mengutip Surah Al-A’raf ayat 96. Ayat tersebut menjelaskan bahwa jika penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, Allah akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi. Sebaliknya, ketika ayat-ayat Allah didustakan, maka azab datang akibat perbuatan mereka.
Melalui ayat itu, ia mengingatkan bahwa keberkahan suatu negeri sangat erat kaitannya dengan keimanan, ketakwaan, dan perilaku moral masyarakatnya.
“Semoga Indonesia gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” pungkasnya.
Kontributor: Dwi Jatmiko
Editor: Al-Afasy



