Berita

Amil Lazismu Mojokerto Naik Level: Ikhwanushoffa Tekankan Tata Kelola Zakat Profesional

PWMJATENG.COM, MOJOKERTO – Memasuki era baru filantropi yang lebih kompetitif, Lazismu Kabupaten Mojokerto melakukan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya. Melalui agenda Upgrading Amil bertajuk “Amil Naik Level”, lembaga ini fokus membedah penguatan tata kelola zakat profesional dan kolaborasi strategis. Kegiatan ini berlangsung intensif selama dua hari, Sabtu dan Ahad (31/1–1/2/2026), bertempat di Graha Umsida, Kabupaten Mojokerto.

Ikhwanushoffa, selaku pemateri utama, menegaskan bahwa perubahan pola pikir (mindset) amil adalah pondasi utama dalam membangun lembaga zakat kredibel. Menurutnya, amil tidak hanya sekadar pengumpul dana, tetapi manajer publik yang harus menguasai empat pilar inovasi: tata kelola, kebijakan, program unggulan, dan penghimpunan strategis.

Transformasi Kinerja dan Sinergi Korporasi

Dalam paparannya, Ikhwanushoffa menjelaskan bahwa strategi penghimpunan dana umat kini harus mulai menyasar sektor korporasi secara lebih luas. Ia mendorong para amil untuk memiliki kepercayaan diri tinggi saat membawa bendera Muhammadiyah dalam menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah maupun perusahaan swasta.

“Sinergi korporasi adalah kunci untuk memperluas dampak kemaslahatan. Amil harus mampu meyakinkan mitra bahwa Lazismu memiliki standar pengelolaan yang akuntabel dan transparan,” jelas Ikhwanushoffa.

Baca Juga: Budget Sedekah Harus Setara dengan Anggaran Senang-Senang, Ikhwanushoffa Ajak Jamaah PCA Adiwerna Re-evaluasi Gaya Hidup

Selain itu, ia memperkenalkan konsep program Low Budget High Impact. Program ini dirancang untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat dengan efisiensi anggaran namun memiliki daya jangkau manfaat yang luas, khususnya dalam program pemberdayaan UMKM lokal dan pengentasan kemiskinan.

Penerapan KPI untuk Transparansi Lembaga

Menuju tata kelola yang lebih modern, Ikhwanushoffa menyarankan penerapan sistem Key Performance Indicator (KPI) yang ketat bagi setiap staf. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap amanah muzaki dikelola secara terukur. Zakat profesional hanya bisa dicapai jika setiap amil memiliki tanggung jawab yang jelas terhadap target dan kinerjanya.

Baca Juga: Pesan Ikhwanushoffa di Lazismu Tegal: Fokus pada Kebaikan, Abaikan Komentar Negatif

Persiapan Strategis Ramadhan 2026

Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Mojokerto, Muzaki Zainuri, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan upgrading ini merupakan persiapan krusial menyambut Ramadhan 2026. Ia berharap seluruh personel memiliki visi yang sama dalam mencapai target penghimpunan dan pendayagunaan tahun ini.

“Kami ingin membekali amil dengan etos kerja baru. Dengan kolaborasi yang solid dan pemahaman mendalam mengenai tata kelola zakat profesional, kami optimis Lazismu Mojokerto akan menjadi pilihan utama masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah,” ungkap Muzaki.

Kontributor: Rizky Maradona
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/