KOKAM Temanggung Gelar Aksi Bersih Gunung di Jalur Pendakian Gunung Andong
PWMJATENG.COM, MAGELANG – KOKAM Temanggung sukses menggerakkan aksi nyata peduli lingkungan dengan membersihkan timbunan sampah di kawasan Gunung Andong, Magelang. Kelompok pemuda berseragam loreng ini secara sukarela memunguti berbagai sampah plastik yang tercecer di sepanjang jalur pendakian hingga ke area puncak, Ahad (14/6/2026).
Langkah pelestarian alam tersebut berjalan di tengah padatnya aktivitas pendaki akhir pekan. Selain itu, panitia mengemas agenda ini dalam bentuk soft trekking guna memadukan aktivitas olahraga fisik dengan gerakan sosial yang bermanfaat bagi lingkungan wisata.
Solusi Nyata KOKAM Temanggung di Jalur Pendakian
Pada awalnya, destinasi wisata Gunung Andong memang terkenal sebagai jalur favorit bagi para pendaki pemula di Jawa Tengah. Namun, popularitas tempat wisata ini sayangnya berbanding lurus dengan meningkatnya volume sampah pengunjung. Berbagai botol plastik serta bungkus makanan instan kerap mengotori keindahan sabana puncak gunung.
Selanjutnya, melihat kondisi memprihatinkan tersebut, KOKAM Temanggung memilih bergerak langsung untuk menjadi bagian dari solusi bersama. Sambil mendaki, para personel aktif memasukkan setiap sampah ke dalam kantong besar yang mereka bawa sendiri. Oleh karena itu, beban mendaki mereka tentu saja menjadi jauh lebih berat daripada pendaki biasa.
Edukasi Nilai Kebaikan Pemuda Muhammadiyah
Tentu saja, medan menanjak yang terjal menuntut komitmen fisik dan kerja sama yang kuat dari seluruh peserta. Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Temanggung, Harry, menegaskan bahwa perjalanan ini mengemban misi edukasi yang mendalam. Harry berharap aksi ini mampu menyentuh kesadaran moral para pencinta alam lainnya.
“Jadi, pendakian gunung tidak hanya soal berburu foto di puncak, tetapi juga tentang cara kita meninggalkan jejak kebaikan,” ujar Harry usai turun gunung.
Akhirnya, melalui gerakan pungut sampah ini, KOKAM Temanggung sukses membawa turun puluhan kilogram limbah untuk dibuang ke tempat pembuangan semestinya. Melalui sinergi kepemudaan yang konsisten, organisasi otonom ini optimis mampu memicu lahirnya gerakan serupa di berbagai kawasan wisata alam Indonesia demi masa depan generasi mendatang.
Kontributor: Ree
Editor: Ayma



