Ketua PDM Jepara KH Fahrurrodzi Tegaskan Lima Prinsip Islam Berkemajuan di Kajian Subuh Tahunan
PWMJATENG.COM, JEPARA – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara, KH Fahrurrodzi, menegaskan pentingnya penerapan nilai Islam Berkemajuan sebagai landasan dakwah dan kehidupan bermasyarakat. Pesan strategis tersebut ia sampaikan di hadapan ratusan jamaah saat mengisi Kajian Subuh di Masjid Al-Istiqomah Tahunan, Jepara, Ahad (1/11/2026).
Ketua PDM Jepara KH Fahrurrodzi mengawali tausiyahnya dengan mengajak seluruh jamaah bersyukur atas nikmat sehat dan kesempatan beribadah. Selanjutnya, ia menguraikan keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menunjukkan kepasrahan total kepada Allah SWT.
Melalui keteladanan tersebut, KH Fahrurrodzi mengingatkan bahwa misi utama dakwah Rasulullah SAW adalah mengajak umat mengabdikan diri hanya kepada Allah. Oleh karena itu, tanggung jawab menyampaikan risalah Islam kini berpindah ke pundak ulama, mubalig, dan seluruh umat Islam.
“Sampaikan dariku walaupun satu ayat,” ujar KH Fahrurrodzi mengutip pesan Rasulullah SAW untuk menegaskan kewajiban syiar kebaikan.
Tauhid dan Akhlak Fondasi Utama Kemajuan
KH Fahrurrodzi menjelaskan bahwa dakwah Rasulullah SAW selama 13 tahun di Makkah berfokus penuh pada penguatan tauhid dan akhlak mulia. Menurutnya, keimanan yang kokoh menjadi pondasi awal bagi umat untuk mengamalkan prinsip Islam Berkemajuan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemajuan umat Islam harus berawal dari pemurnian akidah serta keberanian menjauhi segala bentuk kesyirikan.
“Islam akan maju kalau orangnya bertauhid. Islam akan maju kalau orangnya anti syirik,” tegas KH Fahrurrodzi di hadapan para jamaah.
Selain pemurnian tauhid, ia meminta jamaah menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman utama kehidupan. Apabila terjadi perbedaan pemahaman di masyarakat, umat hendaknya mengembalikan penyelesaiannya kepada petunjuk Allah dan Rasul-Nya.
Implementasi Dakwah Moderat dan Pembaruan Dunia
Dalam kesempatan tersebut, KH Fahrurrodzi memaparkan lima prinsip Islam Berkemajuan. Prinsip tersebut meliputi penguatan tauhid, berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah, penerapan sikap wasathiyah (moderat), keterbukaan pembaruan urusan dunia, serta mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi semesta.
Ia menambahkan bahwa sikap moderat sangat krusial dalam menghadapi keberagaman pandangan masyarakat. Oleh sebab itu, dakwah Islam moderat wajib mengedepankan pendekatan yang bijak dan inklusif.
“Mengajar itu merangkul. Kita mengajak, tidak mengecilkan,” tuturnya menekankan kelembutan dalam berdakwah.
Mengenai aspek pembaruan (tajdid), KH Fahrurrodzi menyebutkan bahwa efisiensi dapat diterapkan pada urusan keduniaan seperti pendidikan, ekonomi, industri, dan sosial. Sebaliknya, urusan ibadah mahdhah tetap wajib mengikuti tuntunan baku Rasulullah SAW.
Mewujudkan Rahmat Bagi Semesta Lingkungan
Pada penutup tausiyahnya, KH Fahrurrodzi mengajak jamaah membumikan prinsip Islam Berkemajuan sebagai rahmat bagi seluruh alam. Kepedulian umat tidak boleh berhenti pada hubungan sesama manusia, tetapi wajib mencakup kelestarian lingkungan hidup.
Melalui kepedulian lingkungan tersebut, umat Islam mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan bersama.
Kajian Subuh Masjid Al-Istiqomah Tahunan ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah makan pagi. Kegiatan ini sukses menguatkan pemahaman jamaah untuk konsisten menerapkan Islam Berkemajuan dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Muslim
Editor: Akmal



