Sulap Kotoran Sapi Jadi Kompos Blok dan Briket, Mahasiswa IMM UNIMUS Beri Solusi Limbah di Getasan
PWMJATENG.COM, KABUPATEN SEMARANG — Mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Asy-Syifa Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) mengolah kotoran sapi menjadi produk bernilai guna di Desa Manggihan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Langkah inovatif ini menjadi bagian dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bernama MAKOSA (Mengelola Kotoran Sapi).
Tim mahasiswa membimbing masyarakat setempat mengolah kotoran sapi menjadi dua produk utama, yaitu kompos blok dan briket. Kompos blok berfungsi sebagai media tanam ramah lingkungan pengganti polybag yang bisa langsung menancap ke tanah. Sementara itu, briket dari limbah kotoran sapi berfungsi sebagai bahan bakar alternatif rumah tangga.
Inovasi Pengering Drum Oven dan Platform Digital
Pengembangan olahan kotoran sapi ini memanfaatkan teknologi tepat guna berupa drum oven. Alat tersebut mengeringkan cetakan kompos blok serta menyangrai campuran sekam padi dan kotoran sapi agar proses produksi berjalan lebih cepat.
Selain pengolahan fisik, mahasiswa meluncurkan situs web MAKOSA sebagai sarana dokumentasi serta pemasaran digital. Warga Desa Manggihan bahkan langsung menguji coba penggunaan briket kotoran sapi tersebut saat membuat roti bakar bersama.
Kepala Desa Manggihan, Supriyadi, menyambut hangat keberadaan program pemberdayaan limbah peternakan ini. Pihaknya berharap pemanfaatan kotoran sapi tidak berhenti sebatas agenda kampus semata.
“Kami berharap inovasi kompos blok dan briket ini terus berkembang sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Manggihan,” ujar Supriyadi.
Dukungan Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan Kampus
Apresiasi juga mengalir dari Ir. Fatchur Rohman selaku perwakilan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PWM Jawa Tengah. Ia menilai aksi mahasiswa Muhammadiyah ini sukses mengubah kotoran sapi yang melimpah menjadi sumber pendapatan baru warga.
Senada dengan hal itu, Perwakilan UNIMUS, Dr. Eko Yulianto, S.Pd.Si., M.Pd., memuji keberanian mahasiswa terjun langsung membantu warga. Kehadiran inovasi pengolahan kotoran sapi memacu kemandirian ekonomi sekaligus memelihara kelestarian lingkungan pedesaan.
Acara edukasi ini turut menghadirkan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang, Dwi Kusoriyati, serta Dekan Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis UNIMUS, Dr. Andwiani Sinarasri, S.E., M.Si. Melalui program MAKOSA, pengolahan kotoran sapi membuka jalan menuju desa mandiri berbasis potensi lokal.
Kontributor: IMM Asy-Syifa UNIMUS
Editor: Akmal



