Gandeng Tiga Mitra Industri, UMS Gelar Hackathon Kesehatan UMS 2026 untuk Solusi Digital
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi memulai rangkaian Hackathon Kesehatan UMS 2026 melalui Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS). Langkah strategis ini mempertemukan pihak kampus dengan tiga mitra industri di Ruang Rapat DRPPS UMS, Rabu (30/9/2026).
Program bertajuk UMS Health Innovation Hackathon 2026 tersebut fokus menjawab tantangan nyata di sektor kesehatan. Melalui pendanaan hibah Kemdiktisaintek, ajang ini melibatkan kolaborasi lintas keahlian dari kalangan programmer, akademisi, hingga peneliti.
Tim gabungan tersebut bertugas merumuskan inovasi teknologi kesehatan yang langsung menjawab kebutuhan mitra bisnis di lapangan. Ketiga mitra strategis yang hadir dalam diskusi awal meliputi RS AR Fachruddin UMS, CV Arbain, dan PT LKPI.
Solusi Otomatisasi AI dan CRM
Setiap perwakilan mitra memaparkan kendala utama yang mereka hadapi secara langsung. Masalah prioritas yang mencuat antara lain kebutuhan otomatisasi AI, pengembangan sistem CRM, penyempurnaan formulasi bahan, hingga modernisasi sistem pelayanan pasien.
Ketua Tim Taskforce, Prof. Dr. Suranto, M.M., S.T., menegaskan bahwa Hackathon Kesehatan UMS 2026 bukan sekadar ajang unjuk kebolehan teknologi semata. Pihaknya mengarahkan program ini sebagai jembatan konkrit antara kepakaran akademisi dan kebutuhan mendesak dunia industri.
“Kami menargetkan lahirnya inovasi dan solusi aplikatif yang mampu mendongkrak produktivitas serta menyelesaikan masalah spesifik para mitra,” ujar Suranto.
Hilirisasi Produk Inovasi
Sementara itu, Deputi Pengabdian Masyarakat dan Hilirisasi DRPPS UMS, Prof. Dr. Muhtadi, S.Pd., M.Si., menekankan pentingnya keberlanjutan hasil karya para peserta. Pihak kampus siap membentuk tim pemasaran khusus demi mengawal proses hilirisasi produk.
Langkah ini memastikan bahwa hasil akhir dari ajang Hackathon Kesehatan UMS 2026 tidak berhenti pada tahap prototipe semata. Hasil inovasi tersebut akan masuk ke tahap komersialisasi agar memberi dampak luas bagi masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan arahan Kasubdit Pengabdian Masyarakat dan Hilirisasi, Agus Triyono, M.Si. Kegiatan kemudian berlanjut dengan rapat internal Tim Taskforce bersama Tim Pelaksana untuk mematangkan tata laksana kompetisi.
Kontributor: Thoyin/Maysali
Editor: Akmal



