Sering Cemas Digantikan Robot? Praktisi Media Ungkap Pentingnya Etika Penggunaan AI di Dunia Kerja
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Lulusan perguruan tinggi tidak perlu takut kehilangan pekerjaan akibat kecerdasan buatan, asalkan mampu menguasai kompetensi modern dan memahami etika penggunaan AI di industri kreatif. Prinsip masa depan kerja ini menjadi landasan utama bagi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) saat merombak total kurikulum keilmuannya di Hotel Solia Zigna, Surakarta, Senin (15/6/2026).
Langkah taktis ini kian mendesak seiring masifnya ketergantungan publik terhadap kecerdasan buatan. Fenomena baru tersebut kini menuntut perhatian serius dari sektor pendidikan, khususnya bidang ilmu komunikasi. Kurikulum kampus harus bergerak cepat agar para lulusan tidak gagap menghadapi disrupsi digital yang masif.
Kaprodi Ilmu Komunikasi UMS, Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., menegaskan bahwa pihak kampus berkomitmen penuh menghadapi tantangan AI dalam dunia kerja. Pihak program studi melakukan upaya nyata ini melalui evaluasi berkala guna memastikan materi pembelajaran tetap adaptif.
“Kegiatan ini dilakukan demi menyelaraskan kurikulum dengan relevansi industri. Kegiatan ini menghadirkan beragam perspektif dengan melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, serta narasumber dari pihak asosiasi dan praktisi,” ujar Sidiq Setyawan pada Jumat, (19/6/2026).
AI Sebagai Asisten Kreatif, Bukan Pengganti
Pergeseran industri komunikasi yang sangat dinamis memicu lahirnya standarisasi baru di dunia kerja. Tren komunikasi saat ini tidak lagi berhenti pada ruang konvensional, melainkan telah mengalami modernisasi total yang digerakkan oleh teknologi.
Praktisi dari WPP Media, Amira Arviani, S.I.Kom., menggarisbawahi bahwa para calon lulusan harus menyikapi teknologi ini secara bijak. Kemampuan manusia dalam berpikir kritis dan berempati tetap menjadi komoditas utama yang tidak bisa digantikan oleh algoritma komputer.
“Tren tidak hanya berhenti dalam komunikasi yang konvensional, tetapi telah mengalami modernisasi. AI sejatinya merupakan asisten yang mempermudah pekerjaan manusia, bukan sebuah alat untuk menggantikan peran manusia,” tutur Amira Arviani dalam sesi diskusi.
Guna mendukung ekosistem tersebut, aspek regulasi dan moralitas internal menjadi fondasi utama. Kampus memiliki komitmen kuat agar prospek kerja lulusan komunikasi tetap cerah dengan mengintegrasikan nilai-nilai moral dalam pemanfaatan teknologi di lingkungan akademik.
Kurikulum Baru Berbasis Proyek Nyata
Selain penataan moralitas teknologi, perubahan radikal juga menyasar metode pembelajaran di dalam ruang kelas. Para alumni dan praktisi sepakat bahwa mahasiswa membutuhkan paparan langsung terhadap dinamika industri yang fluktuatif.
Ilmu Komunikasi UMS akhirnya menyepakati penerapan metode project-based learning serta pembedahan studi kasus riil. Mahasiswa nantinya akan mendapat tantangan langsung untuk menganalisis manajemen kampanye dari sebuah brand populer.
Pihak jurusan memastikan langkah strategis ini berjalan optimal melalui penyusunan modul panduan khusus bagi dosen. Panduan tersebut akan memadukan kecakapan teknis digital dengan prinsip dasar moralitas, sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten sekaligus bertanggung jawab.
Kontributor: Maysali
Editor: Alafasy


