UMS Gelar Edukasi Pemilahan Sampah di MI Muhammadiyah Gedongan demi Latih Kebiasaan Peduli Lingkungan
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat komitmen lingkungan dengan memicu kesadaran penanganan limbah sejak dini. Tim pengabdi UMS menggelar edukasi pemilahan sampah interaktif bagi siswa MI Muhammadiyah Gedongan, Kabupaten Karanganyar. Langkah nyata ini sekaligus mendorong kesiapan sekolah menuju predikat sekolah Adiwiyata.
Kegiatan edukatif tersebut berlangsung sebagai bagian dari program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M). Pengabdian bertajuk “Gerakan Sekolah Ceria: Cerdas Sains, Sehat, dan Peduli Lingkungan” ini membuktikan komitmen Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
Dosen Farmasi UMS Surakarta, apt. Wahyu Utami, M.Si., Ph.D., mendampingi langsung pelaksanaan program di lapangan. Ketua tim, Anisa Dewi Rahayu, S.Si., memimpin jalannya acara bersama Nindy Samira Rahmi, S.Si. Sebanyak 13 mahasiswa Fakultas Farmasi UMS dari jenjang S1, S2, hingga S3 juga turut memandu para siswa.
Metode Pembelajaran Interaktif dan Aksi Kreatif
Anisa Dewi Rahayu menegaskan bahwa penanganan limbah menjadi tantangan besar masyarakat hingga saat ini. Masalah tersebut sering kali muncul akibat minimnya pemahaman dasar mengenai pengolahan limbah rumah tangga. Oleh karena itu, sekolah menjadi tempat paling strategis untuk menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak usia dini.
Tim pengabdi menerapkan pembelajaran interaktif melalui presentasi multimedia yang menarik minat peserta. Mereka menguji pemahaman siswa menggunakan skema pretest dan posttest sebelum serta sesudah materi. Gelaran kuis berhadiah pun berhasil memacu antusiasme puluhan siswa selama sesi teori berlangsung.
Siswa juga diajak melakukan aksi kreatif dengan melukis galon bekas menjadi tempat sampah organik dan anorganik. Aktivitas praktik ini langsung melatih para siswa mempraktikkan teori pemilahan limbah di lingkungan sekolah secara menyenangkan.
Mendorong Kebiasaan Lingkungan dan Sekolah Adiwiyata
Peningkatan pemahaman peserta terlihat jelas saat anak-anak mampu menjelaskan perbedaan jenis limbah beserta contohnya secara presisi. Program yang berlangsung pada Rabu (30/9/2026) ini membekali siswa dengan pemahaman praktis yang mudah mereka terapkan sehari-hari.
Pihak UMS berharap program edukasi pemilahan sampah ini dapat membentuk kebiasaan positif yang konsisten, baik di sekolah maupun di rumah. Langkah awal ini sekaligus menjadi fondasi kuat bagi MI Muhammadiyah Gedongan dalam mewujudkan sekolah Adiwiyata yang berbudaya lingkungan.
Kontributor: Maysali
Editor: Akmal



