BUMA dan RS PKU Muhammadiyah Temanggung Bedah Buku Compassionate Education
PWMJATENG.COM, TEMANGGUNG – Tim BUMA bersama RS PKU Muhammadiyah Temanggung merespons kebutuhan metode pembelajaran humanis melalui agenda seminar bedah buku Compassionate Education: Mendidik Penuh Cinta pada Sabtu (10/10/2026). Buku karya Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung, Drs. H. Makmun Pitoyo, M.Pd. ini menekankan pentingnya pola mendidik berbasis empati.
Kegiatan seminar Compassionate Education tersebut berlangsung secara hybrid dari Aula K.H. Sudjak RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Sebanyak 55 peserta mengikuti acara secara luring, sementara 10 peserta lainnya menyimak paparan materi lewat Zoom Meeting.
Menggali Makna Pendidikan Berbasis Cinta
Buku Compassionate Education membedah pentingnya menghadirkan kasih sayang serta empati di tengah dinamika dunia pendidikan saat ini. Melalui pendekatan ini, proses belajar-mengajar tidak lagi berfokus pada transfer ilmu semata. Sebaliknya, seorang pendidik wajib membangun ikatan emosional yang sehat dan memahami kebutuhan dasar peserta didik.
Pendekatan humanis dalam Compassionate Education menempatkan anak didik sebagai individu unik yang perlu penghargaan utuh. Oleh karena itu, pendidik memegang peran sentral dalam menciptakan ekosistem belajar yang mendukung pembentukan karakter, rasa kepedulian, serta tanggung jawab sosial.
Selain itu, rasa kasih sayang menjadi fondasi utama untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan dan kondusif. Dengan demikian, interaksi antara guru dan siswa dapat berlangsung dalam harmoni yang positif serta penuh makna.
Dialog Interaktif dan Penguatan Empati
Sesi dialog interaktif bersama Makmun Pitoyo membuka ruang diskusi yang hangat bagi para peserta seminar Compassionate Education. Format interaktif ini memicu pertukaran ide seputar tantangan praktis menerapkan nilai kasih sayang dalam pengajaran sehari-hari.
Selanjutnya, kolaborasi lintas sektor antara BUMA dan RS PKU Muhammadiyah Temanggung memperluas jangkauan gagasan pendidikan yang menyentuh ranah kesehatan mental anak. Penggabungan perspektif ini menegaskan bahwa kesehatan jiwa anak berawal dari lingkungan belajar yang ramah dan penuh empati.
Pada akhirnya, seminar bedah buku Compassionate Education ini menginspirasi para pendidik untuk terus mempraktikkan kasih sayang secara konsisten. Sebab, kombinasi antara ilmu pengetahuan, keteladanan, dan kasih sayang akan melahirkan generasi masa depan yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.
Kontributor: Reee
Editor: Akmal



