Berita

Gelar Skrining dan Edukasi Gizi, UMS Dampingi ‘Aisyiyah Kartasura Cegah Penyakit Tidak Menular

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerjunkan tim ahli untuk mendampingi warga ‘Aisyiyah Kartasura. Tim UMS menggelar skrining kesehatan massal serta memberikan edukasi gizi seimbang. Langkah ini menjadi strategi konkret civitas akademika UMS untuk menekan risiko Penyakit Tidak Menular yang kian mengintai masyarakat.

Selain itu, Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS) UMS terus menguatkan upaya pencegahan PTM. Pihaknya merangkul Pimpinan Cabang dan Ranting ‘Aisyiyah (PCA/PRA) Kartasura melalui program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M).

Ketua tim pengabdian UMS, Muwakhidah, S.KM., M.Kes.Epid., menegaskan bahwa pemeriksaan rutin menjadi kunci utama. Langkah ini efektif memutus rantai Penyakit Tidak Menular di tingkat tapak. Karena itu, tim gabungan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Kedokteran UMS merancang program ini secara berkala sejak Juni hingga September 2026.

Selanjutnya, tim medis menjalankan pemeriksaan yang mencakup pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, hingga analisis komposisi lemak tubuh. Dosen gizi FIK UMS tersebut menjelaskan bahwa pelibatan aktif kader perempuan sangat efektif. Hal ini memperluas jangkauan pencegahan Penyakit Tidak Menular di tengah masyarakat.

Temuan Risiko Kesehatan di Kartasura

Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan peserta yang membutuhkan penanganan cepat. Oleh karena itu, Ketua PCA Kartasura W.L. Hakimah, S.Ag., M.Pd., bersama pimpinan ranting mendampingi langsung jalannya pengukuran fisik para anggota.

Sementara itu, data di Ranting ‘Aisyiyah Gonilan yang dipimpin Dra. Sri Utami Andayaningsih menunjukkan angka yang cukup mengejutkan. Lebih dari 50 persen peserta mencatatkan kadar kolesterol melebihi 200 mg/dL. Bahkan, 40 persen peserta mengidap hipertensi dengan rerata tekanan darah mencapai 135,85/82,16 mmHg.

Kondisi serupa juga terlihat di Ranting Ngadirejo. Di lokasi ini, banyak peserta mengalami penumpukan lemak tubuh berlebih (overweight dan obesitas). Temuan ini membuktikan bahwa Penyakit Tidak Menular sering kali berkembang tanpa gejala awal yang disadari oleh penderita.

Oleh sebab itu, para ahli gizi UMS membagikan panduan edukasi gizi seimbang melalui media visual poster dan leaflet interaktif. Langkah ini membekali warga dengan cara praktis memilih bahan makanan segar. Selain itu, warga juga belajar membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak (Ultra Processed Food).

Penguatan Dakwah Kesehatan Berkelanjutan

Di sisi lain, Ketua PRA Ngadirejo, Dr. Dwi Haryanti, M.Hum., menyambut positif pendampingan ini. Kegiatan tersebut terbukti memperkuat dakwah kesehatan organisasi. Hasilnya, kader ‘Aisyiyah kini memegang peran strategis sebagai penggerak pola hidup sehat di lingkungan keluarga masing-masing.

Kemudian, tim UMS merampungkan program ini dengan menyerahkan bantuan peralatan cek kesehatan mandiri kepada pimpinan ranting. Hibah alat kesehatan tersebut memastikan kegiatan pemantauan faktor risiko Penyakit Tidak Menular terus berjalan. Warga dapat menggunakannya secara rutin bersamaan dengan agenda pengajian.

Akhirnya, langkah preventif ini membuktikan komitmen penuh UMS dalam membangun kesadaran masyarakat Kartasura secara mandiri dan berkelanjutan. Penanganan dini pada faktor risiko PTM menjadi benteng utama dalam menjaga kualitas hidup warga desa.

Kontributor: Maysali
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *