Baitul Arqam Wonosobo: Ketua PDM Beri Tiga Pesan Penting untuk Guru SMA Muhammadiyah
PWMJATENG.COM, WONOSOBO — Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Wonosobo menggelar kegiatan Baitul Arqam Wonosobo bagi puluhan pendidik. Agenda penempaan kader ini berlangsung selama dua hari pada Senin–Selasa, 19–20 Oktober 2026, di Glamping Sikembang, Garung, Kabupaten Wonosobo.
Sebanyak 64 peserta mendominasi forum pembinaan tersebut. Sebagian besar dari mereka merupakan pendidik muda dari generasi Z dan milenial. Mereka mengusung komitmen bersama untuk menguatkan tauhid serta memajukan SMA Muhammadiyah Wonosobo.
Kepala SMA Muhammadiyah Wonosobo, R. Budi Prasetyo, menyambut baik pelaksanaan pembekalan ini. Pihaknya menilai penyamaan visi seluruh pendidik sangat krusial bagi keberlangsungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
“Bekerja di AUM secara otomatis membuat kita bergerak dengan satu pandangan. Kami berharap Baitul Arqam Wonosobo ini mampu membakar semangat para guru untuk membawa kemajuan sekolah,” tegas Budi saat memberikan sambutan.
Sistem Perkaderan dan Penguatan Ideologi
Sementara itu, Wakil Ketua PDM Wonosobo Bidang MPKSDI, Khanif Rosyadi, memaparkan dua jalur sistem perkaderan organisasi. Muhammadiyah memiliki Perkaderan Utama seperti Baitul Arqam serta Perkaderan Fungsional.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga amanah dan konsistensi ibadah. Khanif mengutip Surah Al-Mu’minun ayat 8–11 tentang karakter orang beriman yang memelihara janji serta memakmurkan shalat.
Sesi pembukaan sekaligus studium generale dipimpin langsung oleh Ketua PDM Wonosobo, Bambang Wen. Dalam pengarahannya, Bambang menegaskan bahwa Baitul Arqam Wonosobo bukan sekadar rapat dinas atau agenda rekreasi biasa.
“Kegiatan ini merupakan kawah candradimuka untuk menempa karakter kader pimpinan dan pendidik. Mengajar di Muhammadiyah adalah pilihan hidup sebagai jalan dakwah,” ujar Bambang Wen di hadapan peserta.
Tiga Pesan Orientasi Bagi Pendidik
Bambang Wen kemudian menyampaikan tiga pesan orientasi utama bagi seluruh pendidik SMA Muhammadiyah Wonosobo:
-
Guru Adalah Mubaligh: Papan tulis dan media pembelajaran merupakan sarana dakwah. Sementara itu, peserta didik adalah objek dakwah yang siap menerima wawasan kebaikan.
-
Penjaga Ideologi Muhammadiyah: Pendidik tidak hanya bertugas mencerdaskan intelektual siswa. Guru wajib menguatkan benteng akidah dan akhlak generasi muda.
-
Meluruskan Niat Jihad: Para guru perlu meneladani KH Ahmad Dahlan yang mengawali dakwah dari lingkungan sederhana. Mengajar di sekolah Muhammadiyah adalah bentuk jihad fii sabilillah.
Ketua PDM Wonosobo tersebut juga menyoroti tantangan era digital yang kian kompleks. Arus informasi media sosial serta maraknya pergaulan bebas menuntut peran aktif guru sebagai benteng moral siswa.
Melalui penempaan Baitul Arqam Wonosobo ini, para guru siap mempererat kebersamaan. Langkah tersebut menjadi pijakan utama untuk mewujudkan pelayanan pendidikan Islam yang unggul dan berkemajuan di Kabupaten Wonosobo.
Kontributor: Rudyspramz
Editor: Akmal



