Aksi Sedekah Air Bersih, SD Muhammadiyah PK Banyudono dan Relawan Muhammadiyah Boyolali Salurkan Bantuan Kekeringan
PWMJATENG.COM, BOYOLALI – Paguyuban Keluarga Besar Wali Murid SD Muhammadiyah PK Banyudono bergerak cepat membantu warga yang terdampak krisis air. Selain itu, mereka bekerja sama dengan Tim Relawan Muhammadiyah Boyolali untuk menggelar aksi sedekah air bersih. Oleh karena itu, para relawan menyalurkan total 27.500 liter pasokan air pada Rabu (14/10/2026).
Penyaluran pasokan air ini menyasar sejumlah wilayah yang mengalami bencana kekeringan Boyolali cukup parah. Bahkan, petugas mendistribusikan armada tangki secara langsung ke titik-titik kritis di Kecamatan Wonosamodro serta Desa Bandung. Dengan demikian, langkah tanggap ini efektif membantu memenuhi kebutuhan harian masyarakat setempat.
Titik Distribusi dan Jangkauan Penerima Manfaat
Dalam penyaluran bantuan kekeringan tersebut, lima personel tim relawan MDMC Muhammadiyah Boyolali memimpin pergerakan armada di lapangan. Selanjutnya, mereka mengoperasikan tiga armada truk tangki air berkapasitas besar. Sebab, dua armada mengangkut masing-masing 9.000 liter air, sedangkan satu armada lainnya membawa 9.500 liter.
Tim penyalur membagi distribusi bantuan air bersih ke empat titik lokasi sasaran. Misalnya, wilayah Losari RT 03/RW 02 Desa Garangan menerima pasokan air untuk 28 kepala keluarga (KK). Kemudian, wilayah Durenan RT 04/RW 02 menerima bantuan untuk 60 KK, serta Garangan RT 01/RW 02 mencakup 35 KK.
Selain menyasar permukiman warga, tim relawan juga menyalurkan pasokan air ke sarana pembinaan keagamaan anak-anak. Sebagai contoh, tempat mengaji Rekesan RT 01/RW 02 Desa Bandung menerima bantuan air khusus tersebut. Dengan demikian, sentuhan ini menjaga keberlangsungan aktivitas belajar mengaji para santri kecil.
Secara keseluruhan, program bantuan kekeringan ini menjangkau sekitar 123 KK penerima manfaat. Namun, jumlah tersebut belum termasuk puluhan anak-anak yang aktif beraktivitas di tempat mengaji. Oleh sebab itu, seluruh proses distribusi air berjalan lancar berkat kerja sama solid antar-pihak.
Edukasi Empati dan Pengamalan Nilai Kemanusiaan
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh donatur dan relawan. Sebab, ia menegaskan bahwa aksi sedekah air bersih bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik harian masyarakat semata.
Lebih dari itu, kegiatan kemanusiaan ini menjadi wujud nyata pengamalan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, kegiatan edukatif ini menanamkan rasa kepekaan sosial serta kebiasaan gotong royong kepada seluruh warga sekolah.
“Ketika saudara kita kesulitan mendapatkan air bersih, kepedulian tidak cukup hanya dengan kata-kata. Maka, kita harus mewujudkannya melalui tindakan nyata. Sehingga, semoga bantuan kekeringan ini meringankan beban masyarakat dan menjadi amal jariyah,” ujar Pujiono.
Aksi lapangan ini membuktikan bahwa edukasi karakter tidak berhenti di dalam ruang kelas saja. Sebaliknya, nilai keislaman, adab, dan kepedulian sosial harus terwujud melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.
Melalui sinergi ini, setiap liter pasokan air dapat menguatkan tali persaudaraan antar-warga. Oleh karena itu, sekolah yang mendidik calon pemimpin bangsa wajib memberi teladan nyata dengan hadir langsung membantu sesama saat masa sulit.
Kontributor: Pujiono
Editor: Akmal



