Berita

Danusiri: Akan Terjadi Kekacauan Dakwah bila Mubaligh Tidak Memahami Unsur – unsur Dakwah

PWMJATENG.COM, KENDAL – Majelis Tabligh di persyarikatan Muhammadiyah dibentuk dan didirikan untuk pembinaan keagamaan yang bersifat purifikasi dan dinamisasi pada berbagai kelompok sasaran dakwah yang mencerminkan Islam berkemajuan berdasar Al qur’an dan As Sunnah Maqbulah, maka seluruh pelaku dakwah, mubaligh wajib mengetahui metodologi, peta dan aplikasi dakwah dengan harapan pelaksanaan dakwah dapat berjalan sesuai tujuannya. Demikian salah satu kesimpulan dari kegiatan bimbingan kader mubaligh PCM Kaliwungu, Kendal Ahad (24/3) di gedung balai dakwah Kaliwungu.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 47 mubaligh/mubalighot Muhammadiyah/ Aisyiyah yang berasal dari PCM/PCA Kaliwungu dan PRM/PRA se cabang Kaliwungu.

Ketua Majelis Tabligh PWM Jateng, Drs. H. Danusiri, M. Ag sebagai salah satu narasumber meminta kepada seluruh pelaku dakwah di lingkungan Muhammadiyah untuk memahami unsur – unsur dakwah. “ Akan terjadi kekacauan dakwah, apabila mubaligh tidak memahami unsur – unsur dakwah yang meliputi ; pendakwah, pesan dakwah, sasaran dakwah, dan metode dakwah “ katanya.

Menurut beliau, seorang pendakwah, mubaligh senantiasa memahami variabel, atau obyek perencanaan dakwah baik individual maupun komunitas, kondisi obyektif maupun kondisi subyektif, “ karakter dan dinamika penduduk dalam suatu daerah harus difahami oleh seorang mubaligh Muhammadiyah, juga mubaligh dituntut memahami kebutuhan, needs dan masalah – masalah yang dihadapi sehari – hari, “ jelasnya.

Dijelaskan juga oleh Danusiri yang juga dosen UIN dan dosen UNIMUS tentang kiat – kiat ceramah atau pidato yang menarik. “ Sampaikan ceramah dengan intonasi yang tepat, artikulasi dan volume yang jelas. Ceramah perlu disampaikan dengan bahasa yang menarik dengan tujuan agar jamaah merasa asyik dan tidak bosan. Selain itu mubaligh harus berusaha memunculkan hal – hal yang menarik bagi jamaah.“

Ketua Majelis Tabligh PDM Kendal, Drs. H. Jumali menjelaskan tentang peta dakwah, dimaksudkan sebuah gambaran sistematis tentang subyek dan obyek lingkungan dakwah pada suatu unit daerah. Untuk bisa mengenai sasaran dakwah dibutuhkan penelitian. “ Sebuah penelitian dakwah akan menghasilkan bank data, kemudian dituangkan dalam peta dakwah, dan data yang ada di peta dakwah dijadikan landasan untuk menyusun perencanaan dakwah,“ jelasnya.

Kegiatan Pelatihan dan Bimbingan Kader Mubaligh ditutup dengan materi aplikasi dakwah di PCM Kaliwungu oleh ketua Majelis Tabligh PCM Kaliwungu, Khaerul Anwar, S.HI, M. Si. Menurut beliau, perkembangan Muhammadiyah di Kaliwungu, digambarkan terdapat kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan, “ Kekuatan Muhammadiyah Kaliwungu bersumber pada fondasi Islam yang berlandaskan al qur’an dan as ssunah, amal usahanya meningkat secara kuantitatif, memiliki jaringan yang luas, Muhammadiyah sebagai gerakan sosial keagamaan, dan Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan Islam yang legal,“ jelas Khaerul.

Adapun sisi kelemahan menurut beliau antara lain; Muhammadiyah di Kaliwungu kurang pengembangan ilmu, terlalu birokratis, kurang menyentuh akar permasalahan di ranting. Sedangkan tantangannya adalah malasnya generasi muda terlibat dalam ormas Islam/Muhammadiyah, kecenderungan munculnya gerakan radikalisme, pengelolaan AUM yang belum maksimal, dan arus sekulerisasi. Adapun peluang masyarakat kaliwungu terbuka untuk menerima Muhammadiyah, kondusif, bersahabat dengan ormas Islam lainnya, dan AUM yang semakin berkembang. ( A.Ghofur/MPI Kendal )

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE