Berita

AIS Muhammadiyah Semarang Menghelat Indonesian R Summit

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Akademi Ilmu Statistika (AIS) Muhammadiyah menghelat Webinar Nasional yang bertajuk The Connecting of Islamic Studies, Law, Economics, Finance, Social, Education, Health, Science and Technology in Industrial Revolution.

Kegiatan Webnas dibuka oleh Direktur AIS Muhammadiyah Semarang Dra. Wellie Sulistijanti, M.Sc yang dalam sambutannya  menyampaikan Indonesian R Summit merupakan Event Tingkat Nasional Kolaborasi antara Akademi Statistika (AIS) Muhammadiyah Semarang, Lembaga Litbang PTM PWM Jawa Tengah dan Pusat Pemberdayaan Masyarakat (PPM) SEMAI.

Mengundang para pakar, peneliti, akademisi dosen guru, mahasiswa untuk turut berpartisipasi dalam topik makalah Studi Islam, Hukum & Syariah, Manajemen, Ekonomi dan Keuangan, Pendidikan, Bahasa dan Sosial, Kesehatan & Kedokteran, Matematika, Sains, dan Teknologi, serta dalam topik Pengabdian Masyarakat.

Diharapkan Event Webinar Nasional ini memberikan kontribusi pemikiran dan hasil-hasil penelitian serta pengabdian masyarakat untuk kemajuan keislaman, ilmu pengetahuan dan teknologi, kemanusiaan, pendidikan, derajat kesehatan dalam meningkatkan daya saing bangsa serta kesejahteraan masyarakat.

Sebagai salah satu PTS, AIS Muhammadiyah Semarang satu satunya akademi statistik di Indonesia mempunyai tanggung jawab dalam menyebarluaskan pengetahuan, berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta menerapkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat.

Semoga Event Seminar Nasional ini bermanfaat dan berdampak pada kemajuan literasi dan ilmu pengetahuan. Webinar Nasional ini menghadirkan nara sumber utama antara lain Dr. Ir. Nana Storada, MM. ( Staf Ahli Walikota Semarang), Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA, (Guru Besar UNDIP), Dr. Ahwan Fanani, M.Ag (UIN Walisongo).

AIS Muhammadiyah Semarang Menghelat Indonesian R Summit

Nana Storada dalam sambutannya dalam hal ini mewakili Walikota Semarang sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan yang tentunya bisa memberikan input kepada Pemerintah Kota Semarang terkait pengembangan Smart City. Prof Muhammad Nur dalam paparannya menyampaikan terkait pengembangan perguruan tinggi menjadi Research University, “Hasil-hasil riset perguruan tinggi harus mampu menciptakan inovasi produk unggulan. Produk yang dihasilkan oleh perguruan tinggi harus bermanfaat pada masyarakat yang nantinya bisa berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat”, terang guru besar UNDIP yang menekuni bidang plasma ini.

Dalam paparan narasumber lainnya Ahwan Fanani menekankan pentingnya Unity of Sciences dalam memahami agama dan ilmu pengetahuan umum, “Kita tidak boleh memahami islam secara normatif tetapi bagimana nilai nilai keislaman itu menjadi humanis, humanisasi nilai-nilai islam itu yang nantinya akan mendorong untuk melahirkan ilmu pengetahuan secara menyeluruh dan mampu menjawab persoalan persoalan pada masyarakat”, sambung dosen tetap UIN Waliosngo Semarang.

Kegiatan Webinar Nasional yang didukung LAZIS Muhammadiyah Jawa Tengah ini diikuti 65 Perguruan Tinggi se Indonesia dan pada sesi akhir dilaksanakan diskusi paralel oleh para pemakalah yang terpilih untuk menyampaikan topik sesuai bidang ahlinya. (ymn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE