Tim Medis RS UMS A.R. Fachrudin Hadir di Tengah 12.500 Guru Muhammadiyah, Wujudkan Dakwah Kesehatan Berkemajuan
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Ribuan Guru Muhammadiyah dari pelbagai daerah di Jawa Tengah memadati Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu (7/11/2026). Tim medis RS UMS A.R. Fachrudin menerjunkan personel penuh untuk mengawal kesehatan para pendidik selama perhelatan Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Jawa Tengah tersebut.
Pengawalan Kesehatan Belasan Ribu Pendidik
Kehadiran lebih dari 12.500 Guru Muhammadiyah dan ’Aisyiyah menjadikan acara bertema “Guru Muhammadiyah: Profesional, Sejahtera” ini berjalan sangat kolosal. Oleh karena itu, panitia menaruh perhatian khusus pada aspek keselamatan seluruh peserta.
RS UMS A.R. Fachrudin mengambil peran vital dalam menyiagakan pelayanan medis darurat. Langkah sigap ini memastikan setiap pendidik mendapatkan penanganan kesehatan yang cepat dan tepat selama kegiatan berlangsung.
Keterlibatan tim medis dalam ajang besar Persyarikatan ini mencerminkan pengabdian sosial berbasis nilai-nilai Islam. Pihak rumah sakit memegang teguh prinsip pelayanan CARE (Compassion, Accuracy, Responsibility, and Empathy) untuk melayani seluruh peserta secara inklusif.
Perhelatan akbar yang mempertemukan belasan ribu pendidik ini menuntut kesiapan logistik serta fasilitas pendukung yang matang. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, RS UMS A.R. Fachrudin hadir secara proaktif memberikan pengawalan layanan kesehatan secara optimal. Seluruh rangkaian dukungan kesehatan ini dijalankan berlandaskan prinsip utama C.A.R.E., yang mengintegrasikan kasih sayang, ketepatan, tanggung jawab, dan empati dalam setiap tindakan pelayanan kepada para Guru Muhammadiyah.
Pesan Rektor UMS untuk Kemajuan Guru
Di hadapan ribuan peserta, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para pendidik. Beliau menekankan lima kekuatan utama yang wajib dimiliki setiap Guru Muhammadiyah, yakni daya panggil, daya juang, daya saing, daya inovasi tiada henti, dan daya beli.
Prof. Harun menegaskan bahwa daya juang tumbuh murni dari rasa cinta terhadap Persyarikatan. Selain itu, perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) harus menjadi pemicu semangat bagi Guru Muhammadiyah untuk terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas adaptif.
Kesehatan Fondasi Utama Kesejahteraan Pendidik
Direktur RS UMS A.R. Fachrudin, Prof. dr. Dr. EM Sutrisna, M.Kes., FISQua., menilai momentum ini sangat strategis untuk memperkuat sinergi antara lini pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, Guru Muhammadiyah yang sehat merupakan fondasi utama lahirnya generasi bangsa yang unggul.
Prof. EM Sutrisna menambahkan bahwa rumah sakit tidak hanya berfokus pada pengobatan medis. Lebih dari itu, RS UMS A.R. Fachrudin aktif menjadi mitra edukasi pencegahan penyakit demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Kolaborasi Strategis Sektor Kesehatan dan Pendidikan
Sinergi kuat antara RS UMS A.R. Fachrudin dan FGM Jawa Tengah membuktikan bahwa dakwah Muhammadiyah bergerak nyata di pelbagai sektor. Sektor pendidikan membutuhkan daya dukung fisik pendidik yang prima, sedangkan sektor kesehatan memerlukan sarana edukasi yang berkelanjutan.
Melalui penerapan semangat CARE, RS UMS A.R. Fachrudin berkomitmen melayani masyarakat secara humanis dan profesional. Langkah konkrit ini menegaskan kontribusi nyata Persyarikatan dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, berdaya saing, dan berkemajuan.
Kontributor : Sidiq Pramudito | RS UMS A.R. Fachrudin
Editor: Akmal



