Shubuh Barokah Masjid Al-Munajat: Kaprodi IQT Dorong Mahasantri Jadikan Al-Qur’an Solusi Masalah Hidup
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Kaprodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ustadz Dr. Kharis Nugroho, Lc., M.Ud., mengajak generasi muda menggali isi kitab suci secara mendalam melalui Kajian Shubuh UMS. Kegiatan spiritual yang berlangsung di Masjid Al-Munajat Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS tersebut menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan hidup dan landasan karya intelektual.
Al-Qur’an Sebagai Solusi Konkret Kehidupan
Dalam pemaparannya pada Sabtu (7/11/2026), Kharis menegaskan bahwa interaksi umat Islam dengan Al-Qur’an tidak boleh berhenti sebatas aktivitas membaca rutinitas. Sebaliknya, umat harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai agung tersebut untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Kharis mendorong jamaah dan mahasantri UMS agar terus menggali kandungan kajian Al-Qur’an secara ilmiah dan amaliyah. Menurutnya, Al-Qur’an menghimpun energi spiritual sekaligus jawaban atas berbagai persoalan sosial modern.
“Mulai sekarang galian kitab suci harus semakin kuat. Al-Qur’an bukan sekadar panduan ibadah mahdhah atau rutinitas belaka, melainkan penyedia spirit dan solusi nyata saat menghadapi masalah masa kini,” tegas Kharis di hadapan jamaah Pondok Shabran UMS.
Membangun Tradisi Literasi Qur’ani
Selain menekankan pemahaman ayat, Kharis mendorong mahasantri untuk mengembangkan tradisi intelektual melalui penulisan karya ilmiah dan buku populer. Langkah konkret ini sangat penting agar gagasan Islam mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Beliau bahkan mengusulkan pembentukan wadah penerbitan khusus di lingkungan pesantren, seperti Shabran Press. Platform media tersebut nantinya memfasilitasi publikasi karya para kader dengan kacamata pemikiran Islam yang tajam.
“Kembangkan penerbitan khusus untuk memfasilitasi karya-karya besar mahasantri di berbagai bidang. Gunakan cara pandang Qur’ani agar karya tersebut hadir memberikan solusi konkret bagi umat,” tambah Kharis saat mengakhiri materi Kajian Shubuh UMS.
Merawat Istiqamah dan Mempererat Ukhuwah
Kharis juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam memegang teguh ajaran Al-Qur’an. Ia optimistis bahwa seberat apa pun tantangan masa depan, petunjuk Ilahi selalu siap memberikan jalan keluar terbaik.
Suasana kebersamaan semakin hangat seusai agenda Kajian Shubuh UMS tersebut. Mahasantri lintas semester memanfaatkan momen berharga ini untuk bersilaturahmi sembari menikmati sarapan pagi bersama di area masjid.
M. Faldlan Anshori, mahasantri semester VII, menyambut positif kegiatan berkala ini. Ia merasa kebiasaan berdiskusi di bawah langit pagi mempererat hubungan kekeluargaan antargenerasi di Pondok Shabran UMS.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Al Munajat Surakarta, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa agenda Kajian Shubuh UMS edisi ini menjadi penutup masa bakti kepengurusannya. Ia berharap pengurus baru dapat melanjutkan program memakmurkan masjid tersebut secara berkelanjutan. Melalui konsistensi kegiatan ini, Masjid Al Munajat Surakarta berkomitmen terus mencetak generasi muslim yang unggul, berwawasan luas, serta menjadikannya pusat Al Qur’an solusi masalah hidup.
Kontributor: Anqiya Zaki Mushoddiq
Editor: Akmal



