Ratusan Kampus Hadiri SILATNAS di UMS, BEM PTMAI Kukuhkan Koordinator Presidium Nasional Baru
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Regenerasi kepemimpinan menjadi wujud nyata keberlanjutan gagasan serta semangat perjuangan dalam organisasi kemahasiswaan. Semangat perjuangan tersebut terpancar kuat dalam agenda Silaturahmi Nasional (SILATNAS) Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia (BEM PTMAI) di Surakarta. Forum nasional ini secara resmi menetapkan Alfikri Habibullah sebagai Koordinator Presidium Nasional baru, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan SILATNAS BEM PTMAI berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober 2026. Panitia mengusung tema “Kontribusi BEM PTMAI untuk Indonesia Raya” dalam perhelatan akbar ini. Tema tersebut menegaskan peran strategis mahasiswa Muhammadiyah sebagai mitra aktif dalam membangun bangsa.
Forum bergengsi ini mempertemukan delegasi dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. Para peserta menyatu dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kehadiran utusan kampus bertujuan mempererat ukhuwah, memperkokoh komunikasi lintas kampus, serta menyelaraskan arah gerakan secara nasional.
Pemilihan Demokratis Ratusan Perguruan Tinggi
Selain menjadi ruang silaturahmi, SILATNAS BEM PTMAI tahun ini menjadi momentum regenerasi kepemimpinan nasional. Proses pemilihan Koordinator Presidium Nasional berjalan sangat demokratis dengan melibatkan representasi kampus dari berbagai daerah.
Antusiasme peserta terlihat jelas dari total 151 kampus yang hadir dalam musyawarah. Dalam pemungutan suara tersebut, Alfikri berhasil mengantongi dukungan resmi dari 94 kampus.
Pada acara penutupan SILATNAS BEM PTMAI, seluruh hasil agenda disahkan bersama Ayahanda Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D. Beliau hadir dalam kapasitas sebagai Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sekaligus Ketua Forum Silaturahmi Pimpinan Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (FOSMA PTMA).
Pengesahan resmi ini menjadi penanda penting bahwa keputusan forum mahasiswa mendapat penguatan dari pimpinan kemahasiswaan. Langkah tersebut mencerminkan sinergi kuat antara mahasiswa sebagai penggerak organisasi dan pimpinan perguruan tinggi sebagai pendamping.
Pesan Marwah Organisasi dan Apresiasi Pimpinan UMS
Prof. Ihwan Susila menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya SILATNAS BEM PTMAI hingga terpilihnya pimpinan baru. Beliau berpesan agar kepemimpinan baru ini senantiasa menjaga marwah Muhammadiyah dalam setiap langkah gerakan.
Menurut Wakil Rektor UMS tersebut, BEM PTMAI harus mampu memperkuat kebersamaan dan kolaborasi antarkampus. Keberadaan wadah ini diharapkan menghadirkan gerakan mahasiswa yang bermanfaat bagi persyarikatan, umat, serta bangsa.
Terpilihnya Alfikri sebagai nakhoda baru membawa harapan akan hadirnya semangat segar. Kepemimpinan ini akan fokus memperkuat konsolidasi dan soliditas gerakan mahasiswa PTMAI di tingkat nasional.
Selain itu, kepemimpinan baru BEM PTMAI siap meneguhkan komitmen mahasiswa pada kepentingan rakyat dan keadilan sosial. Pengurus baru juga berkomitmen menumbuhkan kader yang cerdas, kritis, berintegritas, serta merumuskan langkah strategis demi kemajuan bangsa.
Komitmen Kolaborasi dan Harapan Tuan Rumah
Alfikri memaknai kepercayaan forum SILATNAS BEM PTMAI ini sebagai amanah besar yang akan dijalankan penuh tanggung jawab. Pihaknya menyampaikan rasa syukur mendalam atas dukungan seluruh delegasi.
Alfikri menegaskan bahwa keberhasilan kepemimpinan ke depan bertumpu pada kolaborasi, solidaritas, dan kontribusi aktif seluruh PTMA. Kemajuan organisasi hanya terwujud melalui kebersamaan elemen mahasiswa, sehingga beliau mengajak seluruh kampus Muhammadiyah di Indonesia untuk bergandengan tangan.
Sementara itu, Presidium Nasional BEM PTMA Zona IV Jateng-DIY, Yoga Dwi Yuwono, selaku tuan rumah menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Forum SILATNAS BEM PTMAI ini berlangsung aman, lancar, dan penuh nuansa kekeluargaan.
Menurut Yoga, perhelatan ini menjadi ruang berharga untuk mempertemukan gagasan dan mempererat persaudaraan mahasiswa. Forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum memperkokoh solidaritas antarkampus agar manfaatnya meluas bagi masyarakat.
Melalui semangat kepemimpinan baru dari arena SILATNAS BEM PTMAI, wadah ini diharapkan semakin kokoh mempersatukan mahasiswa Muhammadiyah dan Aisyiyah. Konsolidasi ini diyakini mampu melahirkan gerakan kritis, progresif, dan berpihak pada kepentingan rakyat demi Indonesia maju.
Kontributor: BEM PTMA Zona IV Jateng-DIY
Editor: Akmal



