RPK dan Sibarwati IMM Buya Hamka Gelar Bedah Buku Janji Tere Liye untuk Perkuat Karakter Kader
PWMJATENG.COM, PURWOKERTO — RPK dan Sibarwati Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Buya Hamka Universitas Muhammadiyah Purwokerto menggelar kegiatan bedah buku janji tere liye pada Sabtu (31/10/2026). Acara edukatif ini berlangsung pukul 15.00–17.30 WIB di Halaman Auditorium Ukhuwah Islamiyah, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Kegiatan tersebut menarik perhatian puluhan calon kader serta jajaran pimpinan IMM Buya Hamka. Mereka berkumpul untuk menumbuhkan budaya literasi mahasiswa sekaligus membangun ruang diskusi yang interaktif.
Alasan Pemilihan Novel dan Rangkaian Acara
Penyelenggara memilih novel janji tere liye karena karya tersebut mengangkat berbagai persoalan kehidupan yang mendalam. Isu mengenai tanggung jawab, kejujuran, kesetiaan, pilihan hidup, serta konsekuensi dari setiap keputusan mendominasi alur cerita.
Nilai-nilai luhur tersebut sangat relevan dengan dinamika kehidupan mahasiswa saat ini. Terlebih lagi bagi kader IMM yang sedang menjalani proses pembentukan karakter dan penguatan komitmen organisasi. Jejak kepemimpinan Bahar Safar dalam cerita turut menumbuhkan rasa humanisme antarsesama pembaca.
Sesi pembedahan menghadirkan Safina Yasmin El Fausta sebagai pembicara utama dan dipandu oleh Alidya selaku moderator. Panitia mengawali rangkaian acara melalui sesi silent reading atau membaca buku secara mandiri oleh seluruh peserta. Melalui metode ini, peserta menikmati alur cerita secara utuh sekaligus membangun pemahaman personal terhadap buku.
Diskusi Interaktif dan Refleksi Karakter
Selepas sesi membaca mandiri, peserta memaparkan hasil tangkapan bacaan mereka secara sukarela. Mereka menyampaikan kesan, sudut pandang, hingga pesan moral yang diperoleh dari novel tersebut.
Memasuki acara inti, Safina Yasmin mengupas tuntas karakteristik tokoh serta pesan moral dalam kegiatan bedah buku ini. Pembahasan mengerucut pada makna janji sebagai bentuk tanggung jawab mutlak seorang manusia.
Safina menegaskan bahwa janji bukan sekadar ucapan lisan kepada orang lain. Lebih dari itu, janji merupakan komitmen moral yang wajib dijaga melalui tindakan nyata sehari-hari. Pemahaman ini sejalan dengan upaya imm buya hamka purwokerto dalam mencetak kader yang amanah dan berintegritas tinggi.
Urgensi Literasi bagi Pengembangan Intelektual
Sesi tanya jawab berlangsung sangat dinamis karena peserta antusias menghubungkan pesan moral novel dengan realitas kehidupan nyata. Suasana hangat dan kondusif tersebut mencerminkan efektivitas pesan moral novel janji sebagai media pembelajaran alternatif.
Pimpinan penyelenggara berharap budaya literasi mahasiswa dapat terus mengakar di lingkungan kampus. Peningkatan minat baca ini diyakini mampu membentuk pola pikir kritis serta memperluas wawasan intelektual kader muda.
Melalui kegiatan ini, RPK dan Sibarwati IMM Buya Hamka membuktikan bahwa literasi mampu menjadi instrumen strategis pembentukan karakter. Membaca bukan sekadar menuntaskan halaman, melainkan meresapi makna untuk diterapkan dalam aksi nyata kehidupan berorganisasi.
Kontributor: RPK IMM Buya HAMKA
Editor: Akmal



