Kemdiktisaintek dan UMS Gelar Workshop PASTI-Q1, Siapkan Dosen Indonesia Tembus Jurnal Internasional Q1
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggandeng Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk meningkatkan mutu publikasi akademisi nasional. Melalui Ditjen Risbang, kedua lembaga ini menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Submit to Journal International Q1 (PASTI-Q1) Tahun 2026. Agenda strategis tersebut dipusatkan di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS pada 27–30 Oktober 2026.
Langkah ini menjadi komitmen nyata pemerintah dalam mendampingi para peneliti lokal secara berkelanjutan. Sebanyak lebih dari 70 dosen dari 50 perguruan tinggi se-Indonesia menghadiri pelatihan intensif ini. Para peserta membentang dari wilayah Aceh hingga Sulawesi demi mempelajari formula menembus jurnal internasional Q1.
Pergeseran Arah Publikasi Ilmiah Nasional
Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Prof. Dr.rer.pol. Heri Kuswanto, M.Si., membuka acara tersebut bersama Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., pada Rabu (28/10/2026). Dalam arahannya, Heri menegaskan bahwa arah kebijakan publikasi akademisi Indonesia saat ini mengalami pergeseran mendasar. Pemerintah kini memprioritaskan kualitas serta reputasi riset daripada sekadar mengejar kuantitas.
Oleh karena itu, Ditjen Risbang terus mendorong peneliti nasional untuk menargetkan publikasi jurnal internasional Q1. Agenda PASTI-Q1 hadir sebagai jawaban konkret untuk mempercepat pencapaian standar global tersebut. Sejalan dengan pandangan itu, Rektor UMS Prof. Harun Joko Prayitno menggarisbawahi pentingnya dampak nyata dari setiap penelitian perguruan tinggi.
Harun menilai keberhasilan riset tidak lagi cukup diukur melalui angka sitasi belaka. Lebih jauh, karya ilmiah idealnya mampu melahirkan produk hilirisasi yang memberi manfaat langsung bagi industri dan masyarakat. Kolaborasi antar-peneliti pun menjadi kunci utama dalam memperluas jangkauan jurnal internasional Q1.
Mentoring Intensif Bersama Pakar Dunia
Guna memperkuat kualitas naskah, panitia menghadirkan jajaran narasumber bereputasi tinggi dari UI, ITB, UNS, hingga Unika Atma Jaya. Salah satu fasilitator, Dr. Ir. Grandprix Thomryes Marth Kadja dari ITB, membagikan pengalaman suksesnya mengantongi 182 publikasi terindeks Scopus. Peneliti muda peraih Achmad Bakrie Award XX 2024 ini tercatat aktif mencetak karya di jurnal internasional Q1.
Selain itu, Maria Mardalena Martini Kaisar dari Unika Atma Jaya turut memberikan pendampingan penulisan akademik berstandar tinggi. Lulusan doktor Leiden University Medical Center yang karyanya sering terbit di Lancet Microbe ini membedah teknik penajaman kebaruan penelitian. Kehadiran para pakar memberikan masukan kritis agar draf artikel peserta siap uji.
Rangkaian pembekalan intensif ini resmi berakhir pada Kamis sore (29/10/2026). Melalui pendampingan ini, para peserta dapat menyempurnakan naskah ilmiah mereka hingga memenuhi kriteria jurnal internasional Q1. Ditjen Risbang optimistis sinergi lintas kampus ini akan terus berlanjut menjadi jaringan riset yang solid dan berdampak luas.
Kontributor: Maysali
Editor: Akmal



