Teknik Mesin UMS Perkuat Inovasi Material Berkelanjutan Lewat ICOAMS 2026
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Inovasi material berkelanjutan kini menjadi solusi utama dalam menjawab berbagai tantangan global yang mendesak. Selain itu, tantangan tersebut mencakup transisi energi, perubahan iklim, serta ketahanan pangan dan air bersih.
Sebagai langkah nyata, Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjawab tantangan tersebut. Pihaknya menyelenggarakan The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 di Gedung Induk Siti Walidah UMS.
Kolaborasi Global Demi Teknologi Masa Depan
Seminar internasional tahunan ini mengusung tema besar bertajuk “Innovate Materials, Transform Future, Together for a Sustainable World”. Oleh karena itu, konferensi prestisius tersebut mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi global.
Selanjutnya, Ketua Program Studi Teknik Mesin UMS, Prof. Agus Dwi Anggono, Ph.D., menjelaskan bahwa acara ini membangun wadah kolaborasi lintas disiplin. Melalui forum ini, para ahli bertukar gagasan guna memajukan teknologi inovasi material berkelanjutan.
Sementara itu, sebanyak 29 paper ilmiah berkualitas telah lolos kurasi oleh para penelaah profesional. Di sisi lain, seluruh makalah tersebut mendapatkan kesempatan presentasi sekaligus publikasi resmi dalam rangkaian konferensi ini.
Di samping itu, Agus mengapresiasi dukungan penuh dari Trans Tech Publications selaku mitra publikasi internasional. Terlebih lagi, apresiasi serupa mengalir kepada jajaran pembicara utama, panitia, dan seluruh pihak yang terlibat.
Fokus Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
Konferensi ini menghadirkan dua pembicara utama kelas dunia, yakni Ir. Turnad Lenggo Ginta, Ph.D., dari Badan Riset dan Nasional (BRIN) serta Prof. Muhammad Rasidi bin Ibrahim dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Kehadiran mereka tentu memperkaya wawasan peserta tentang pentingnya inovasi material berkelanjutan di tingkat global.
Dalam sesinya, Turnad memaparkan empat fokus utama riset material nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. Keempat fokus tersebut meliputi energi berkelanjutan, penciptaan material ramah lingkungan, penerapan ekonomi sirkular, serta ketahanan air.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pencapaian riset laboratorium saja belum cukup untuk membawa perubahan nyata. Oleh sebab itu, teknologi baru harus mampu diaplikasikan secara langsung di sektor industri.
“Teknologi yang dikembangkan harus mampu diterapkan dalam industri, memiliki manfaat lingkungan yang terukur, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Turnad.
Integrasi Teknologi dan Tanggung Jawab Lingkungan
Sementara itu, Prof. Muhammad Rasidi bin Ibrahim membawakan materi mendalam tentang ilmu material maju dan teknologi masa depan. Dalam paparannya, ia menyoroti peran penting material generasi baru dalam mendongkrak efisiensi industri modern.
Selanjutnya, integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dengan proses manufaktur hijau mempercepat lahirnya inovasi material berkelanjutan. Di samping itu, setiap riset baru wajib mempertimbangkan efisiensi sumber daya alam secara bijak.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 22 Oktober 2026 ini berlanjut dengan sesi diskusi interaktif yang dinamis. Pada akhirnya, para peserta mengikuti sesi tersebut secara luring maupun daring melalui platform Zoom Meeting.
Melalui interaksi aktif ini, terbuka peluang emas bagi peserta untuk memperdalam wawasan riset material. Alhasil, UMS terus memperkuat kontribusinya dalam melahirkan inovasi material berkelanjutan demi kemajuan peradaban bangsa.
Kontributor: Bwj261/Fika
Editor: Akmal



