Berita

UMS Health Innovation Hackathon 2026 Saring 15 Tim Terbaik, Simak Rincian Penilaian dan Agenda Berikutnya

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi menuntaskan tahap seleksi peserta ajang UMS Health Innovation Hackathon 2026 untuk memilih 15 tim terbaik. Para finalis terpilih tersebut bakal mengantongi tiket menuju babak pendampingan intensif bersama mitra rumah sakit dan industri manufaktur kesehatan nasional.

Ajang kompetisi bernilai total Rp125 juta ini diselenggarakan oleh Taskforce DRPPS UMS bersama Ditjen Risbang Kemendiktisaintek serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sejak pendaftaran dibuka, panitia mencatat sebanyak 50 tim yang terdiri dari 233 inovator asal 30 perguruan tinggi dan lembaga profesional di delapan provinsi berpartisipasi aktif.

Bobot Penilaian Seleksi UMS Hackathon 2026

Ketua Taskforce UMS Health Innovation Hackathon 2026, Prof. Dr. Ir. Suranto, M.Si., menjelaskan bahwa tim juri menilai seluruh proposal berdasarkan lima aspek utama. Aspek inovasi dan kelayakan rancangan memegang porsi terbesar dengan bobot 28 persen, disusul kedalaman teknologi sebesar 22 persen.

Selain itu, tim juri memberikan porsi 20 persen untuk kesesuaian masalah dan solusi, serta 20 persen untuk rencana hilirisasi riset. Sementara itu, kriteria komponen lokal dan potensi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menyumbang bobot penilaian sebesar 10 persen.

“Hackathon ini kami rancang bukan sekadar kompetisi ide di atas kertas, melainkan implementasi nyata inovasi berbasis kebutuhan pengguna (demand-driven innovation). Peserta menjawab langsung tantangan operasional riil dari mitra rumah sakit dan industri,” ujar Prof. Suranto pada Senin (26/10/2026).

Agenda Pembekalan dan Rincian Hadiah

Para peserta yang lolos seleksi UMS Health Innovation Hackathon 2026 akan menjalani pembekalan awal serta Problem-Owner Clinic pada 29 Oktober hingga 4 November 2026. Selanjutnya, peserta mengeksekusi purwarupa dan mempresentasikannya pada ajang puncak Demo Day yang berlangsung pertengahan November 2026.

Panitia menyiapkan apresiasi pendanaan total Rp125 juta untuk mendukung pengembangan produk para peserta. Seluruh 15 finalis masing-masing mendapatkan bantuan pembuatan purwarupa sebesar Rp5 juta.

Sementara itu, pemenang juara pertama berhak membawa pulang hadiah tunai Rp22,5 juta plus dana purwarupa Rp5 juta (total Rp27,5 juta). Juara kedua memperoleh total manfaat Rp20 juta, dan juara ketiga mengantongi total manfaat Rp12,5 juta. Adapun juara harapan pertama serta kedua masing-masing mengamankan total manfaat sebesar Rp8 juta dan Rp7 juta.

Program kolaborasi inovasi teknologi kesehatan ini tidak berhenti saat kompetisi berakhir. Panitia terus mendampingi produk terpilih hingga April 2027 melalui pengujian klinis, pendaftaran HKI, hingga kemitraan komersialisasi (business matching). Masyarakat dan peserta dapat memantau informasi pengumuman resmi melalui laman https://ihub.ums.ac.id/hackathon.

Kontributor: Maysali
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

pkv gameslk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777Zonawin777Zonawin777situs totoslot gacor