Ustaz Jamaludin Ahmad Bedah Konsep Ihsan dan Dorong Masjid Jadi Pusat Peradaban di Kajian Ahad Pagi PCM Mojotengah
PWMJATENG.COM, WONOSOBO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mojotengah kembali menggelar agenda rutin Kajian Ahad Pagi PCM Mojotengah di Masjid Darussalam pada Ahad (25/10/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah, H. Jamaludin Ahmad, sebagai penceramah utama.
Sebelum materi inti dimulai, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo, H. Bambang Wen, S.E., memberikan pengantar yang menyejukkan. Beliau mengimbau seluruh jamaah untuk terus meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, Bambang Wen menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Masjid Darussalam meraih predikat sebagai Masjid Teladan Nasional ke-2. Pencapaian membanggakan ini hendaknya terus menjadi pemacu semangat bagi seluruh jemaah dan pengurus.
Melalui apresiasi tersebut, beliau berharap Masjid Darussalam tidak sekadar menjadi tempat ibadah ritual semata. Masjid ini harus bertransformasi menjadi role model sekaligus pusat peradaban yang memancarkan manfaat luas bagi masyarakat sekitar.
Empat Tingkatan Ihsan Menurut Ustaz Jamaludin Ahmad
Memasuki sesi utama Kajian Ahad Pagi PCM Mojotengah, Ustaz H. Jamaludin Ahmad membedah secara mendalam pentingnya penerapan konsep ihsan dalam keseharian seorang muslim. Beliau merinci empat tingkatan kebaikan yang perlu dipahami dan dipraktikkan secara konsisten.
Tingkatan pertama adalah Thoyyib, yakni memastikan segala asupan dan perbuatan bersumber dari hal yang halal. Tingkatan kedua berupa Choir, yaitu kebaikan dasar yang indah bagaikan lembaran kain bersih.
Selanjutnya, tingkatan ketiga adalah Ma’ruf yang mencerminkan kebaikan berkesinambungan melalui rajutan kesabaran. Puncak dari seluruh tahapan tersebut adalah Ihsan, yakni berbuat kebaikan secara maksimal (excellence) semata-mata demi meraih ridha Allah SWT.
Selain menguraikan empat tingkatan tersebut, penceramah juga menyitir pesan mendalam dari Surat Al-Ahqaf ayat 15. Beliau mengingatkan jemaah, terutama yang telah berusia 40 tahun ke atas, untuk menguatkan rasa syukur, bertaubat, serta giat mendidik diri agar melahirkan generasi sholeh.
Peninjauan Pembangunan MIM HAMKA Kalibeber
Rangkaian kegiatan Kajian Ahad Pagi PCM Mojotengah ini berlanjut dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis kepada Takmir Masjid Darussalam yang baru. Setelah prosesi penyerahan selesai, rombongan pimpinan Muhammadiyah langsung meninjau lokasi pembangunan MIM HAMKA Kalibeber.
Di sela-sela peninjauan lapangan tersebut, Ustaz Jamaludin Ahmad membagikan pandangan penting mengenai konsep sekolah anak. Beliau menekankan bahwa lingkungan sekolah pada hakikatnya harus menjadi taman belajar yang menyenangkan bagi para siswa.
Pandangan tersebut sejalan dengan warisan pemikiran dua tokoh pendidikan nasional, KH Ahmad Dahlan dan Ki Hajar Dewantara. Sejarah mencatat bahwa peradaban masa lalu selalu menempatkan area belajar berdekatan dengan taman terbuka yang asri.
Oleh karena itu, proses pembelajaran anak hendaknya tidak berlangsung secara kaku di dalam ruang kelas tertutup. Pembelajaran di alam terbuka akan membuat anak merasa gembira sehingga potensi serta tumbuh kembang mereka terasah secara maksimal.
Kontributor: Rudyspramz
Editor: Akmal



