Unik! MPQ UMS dan IMM Shabran Gandeng UKMI UIN RMS Gelar Ngaji On The Road CFD Solo di Jalan Slamet Riyadi
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — pengunjung area Car Free Day menikmati layanan Ngaji On The Road CFD Solo di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Ahad (25/10/2026). Aksi syiar Al-Quran di ruang publik ini digagas oleh gabungan organisasi mahasiswa lintas kampus di Surakarta.
Kolaborasi Mahasiswa Lintas Kampus Hadirkan Syiar Al-Quran
Aksi kolaborasi ini melibatkan UKM Mahasiswa Pecinta Al-Qur’an (MPQ) UMS, IMM Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS, dan UKMI Nurul ‘Ilmi UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB tersebut langsung menyedot perhatian warga yang sedang berolahraga.
Panitia menyediakan beragam fasilitas belajar Al-Quran gratis bagi masyarakat umum. Fasilitas tersebut mencakup bimbingan Iqro dasar, tilawah, muraja’ah, tahfidz, hingga target khataman Al-Qur’an 30 juz.
Guna menambah semangat pengunjung, panitia membagikan paket sarapan gratis untuk 70 pendaftar pertama serta hidangan es teh segar.
Mengubah Stigma Dakwah dari Masjid ke Arena CFD Slamet Riyadi
Ketua Umum UKM MPQ UMS, Kharis Yarju Rohmatullah, mengungkapkan bahwa gerakan Ngaji On The Road CFD Solo telah berjalan selama lima tahun. Program ini bertujuan membuktikan bahwa aktivitas membaca Al-Quran dapat berlangsung fleksibel di luar area masjid.
“Kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat luas bahwa mengaji tidak harus selalu di masjid atau tempat halaqah,” tegas Kharis di sela-sela acara.
Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk lebih berani menyebarkan kebaikan secara terang-terangan di ruang publik. Kharis juga mengingatkan seluruh panitia agar tetap konsisten menjalankan agenda syiar Islam tersebut.
Implementasi Islam Berkemajuan di Ruang Publik
Perwakilan IMM Pondok Shabran UMS, Sahl Kasih Fulannah, menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata Islam Berkemajuan. Menurutnya, CFD Slamet Riyadi menjadi ruang terbuka yang sangat strategis untuk merangkul semua kalangan.
Sahl menjelaskan bahwa Islam harus menjadi nafas dalam seluruh dimensi kehidupan masyarakat. Keikutsertaan kader IMM menjadi sarana pembaharuan cara dakwah agar semakin relevan dengan anak muda.
“Kader IMM tidak cukup hanya menguasai teori di kampus, tetapi harus berani turun langsung ke tengah masyarakat,” ungkap Sahl.
Sinergi Antarkampus Perluas Jangkauan Dakwah
Sementara itu, perwakilan UKMI Nurul ‘Ilmi UIN Raden Mas Said Surakarta, Ghifari Mabrur Al Burhani, menyambut positif kerja sama lintas lembaga ini. Ia menjelaskan bahwa UKMI UIN sebelumnya rutin menggelar program serupa di lingkungan internal kampus.
Ghifari menilai kolaborasi ini berhasil memperluas sasaran penerima manfaat Ngaji On The Road CFD Solo. Sinergi ini terbukti mampu menjangkau lapisan masyarakat yang jauh lebih luas dibandingkan kegiatan di area kampus semata.
“Harapannya, kegiatan yang menyebarkan kebaikan ini bisa terus terlaksana dengan dukungan masyarakat yang lebih antusias,” tutur Ghifari.
Warga Perantau Apresiasi Kehadiran Stan Mengaji
Kehadiran stan mengaji ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, salah satunya Fahad Hilal Hamzah. Pekerja perantau asal Jawa Timur yang berdomisili di Boyolali ini mengaku sangat terbantu dengan adanya stan tersebut.
Fahad mengungkapkan bahwa kesibukan kerja kerap membuatnya jarang sempat membuka Al-Quran. Kehadiran mahasiswa UMS dan UIN di arena CFD membantunya menyempatkan diri mengaji di tengah rutinitas akhir pekan.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena ibadah sebenarnya bisa kita lakukan di mana saja dan kapan saja,” ujar Fahad.
Melalui sinergi ini, para mahasiswa UMS dan UIN Raden Mas Said Surakarta berhasil menghadirkan bentuk syi’ar Islam ruang publik yang ramah, inklusif, dan relevan.
Kontributor: Anqiya Zaki Mushoddiq
Editor: Akmal



