Berita

Gelar Refleksi Milad ke-61 KOKAM, Pemuda Muhammadiyah Solo Ulas Kembali Sejarah Kedung Kopi

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah mengulas kembali rekam jejak perjuangan masa lalu. Kegiatan dalam rangka perayaan Milad KOKAM ke-61 ini berlangsung hangat di Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Surakarta pada Jumat malam.

Acara bertajuk “Jejak Darah di Kedung Kopi: Refleksi 61 Tahun KOKAM, Melawan Lupa dan Merawat Bangsa” tersebut menghadirkan pemutaran film sejarah. Ratusan kader yang hadir tampak khidmat mengenang peristiwa penting bagi Angkatan Muda Muhammadiyah.

Menolak Lupa Melalui Karya Film

Sutradara film Kedung Kopi, Akbar Vandebar, memaparkan latar belakang pembuatan karya sinema sejarah tersebut. Ia memproduksi film itu pada 2017 untuk merekam kesaksian para tokoh sepuh di Kota Solo yang mulai terabaikan.

“Esensi dari film ini adalah bagaimana kita mengemas cerita heroisme orang-orang terdahulu untuk melanjutkan jejak perjuangan mereka,” ujar Akbar di hadapan 350 peserta.

Langkah sinematik ini menjadi ikhtiar nyata untuk menjaga memori kolektif masyarakat terhadap peristiwa sejarah di Kampung Sewu. Akbar mengajak generasi muda Muhammadiyah agar terus mendokumentasikan perjuangan para pendahulu melalui karya visual maupun tulisan secara konsisten.

Meneladani Kesiapsiagaan Kader Muda

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kota Surakarta, Drs. K.H. Subari, memberikan apresiasi tinggi pada momentum Milad KOKAM tahun ini. Ia mengingatkan bahwa para pemuda yang menjadi korban tragedi Kedung Kopi dahulu berangkat dari Balai Muhammadiyah Surakarta.

Kondisi genting pada masa lalu melatarbelakangi berdirinya KOKAM secara nasional di Jakarta pada 1 Oktober 1965. Semangat perjuangan tersebut langsung disambut cepat oleh tokoh-tokoh muda di Solo yang dipimpin almarhum Suwardi.

Melalui rangkaian refleksi Milad KOKAM ke-61, Pemuda Muhammadiyah Solo menegaskan komitmennya untuk terus merawat bangsa. Mereka memegang teguh semangat Jas Merah agar generasi penerus senantiasa memahami akar sejarah perjuangan penegak kebenaran.

Kontributor: Aryanto
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

pkv gameslk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777Zonawin777Zonawin777situs totoslot gacor