Mengetuk Pintu Langit: Ratusan Warga dan Tiga AUM Bersatu Gelar Sholat Istisqa di Colomadu
PWMJATENG.COM, KARANGANYAR – Ratusan warga Desa Bolon bersama tiga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) mengetuk pintu langit dengan bersatu menggelar Sholat Istisqa di Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (23/10/2026). Selain itu, aksi ibadah bersama ini menjadi ikhtiar spiritual warga untuk memohon hujan di tengah krisis kemarau panjang.
Jamaah memadati Lapangan Bolon sejak pukul 07.00 WIB dengan penuh khusyuk. Oleh karena itu, kegiatan keagamaan ini melibatkan siswa dan pengajar dari MIM Digdaya Bolon, SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan, serta TK Aisyiyah Bolon.
Pesan Muhasabah dan Peduli Lingkungan
Pelaksanaan ibadah berjalan tertib di bawah panduan Ustaz Akhmad Yasin HP dan Seno Ariyanto. Selanjutnya, panitia mengimbau seluruh jamaah mengenakan pakaian sederhana, memperbanyak istighfar, serta membawa perlengkapan sholat mandiri dari rumah.
Dalam khutbahnya, khatib menekankan pentingnya muhasabah diri dan taubat di tengah musibah kemarau. Sebab, ia mengingatkan fenomena sumber air menyusut, tanah mengering, dan tanaman layu yang mengancam mata pencaharian petani lokal.
“Kita harus menyadari kondisi lingkungan saat ini dan menghentikan segala pemborosan air,” ujar khatib di hadapan ratusan jamaah yang hadir.
Di samping itu, khatib menyerukan aksi nyata pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ikhtiar memohon hujan. Bahkan, warga mendapatkan imbauan tegas untuk tidak membakar sampah atau lahan sembarangan dan menjaga kebersihan saluran air.
Gelar Doa Bersama dan Solidaritas Warga
Sementara itu, momen pelaksanaan Sholat Istisqa di Colomadu ini sekaligus menjadi ajang mempererat tali silaturahmi warga. Sebab di tengah krisis air bersih, masyarakat saling memotivasi untuk mengikis sikap egois dan aktif membantu tetangga yang membutuhkan.
Akhirnya, masyarakat Colomadu menutup rangkaian ibadah dengan memanjatkan doa bersama secara serentak. Sehingga, mereka berharap Allah SWT segera menurunkan hujan rahmat yang menyuburkan tanah Karanganyar tanpa mendatangkan musibah.
Kontributor: Setia Budi
Editor: Akmal



