UMP Gelar Guest Lecture AI: Strategi Kelola AI Agent di Dunia Kerja Masa Depan
PWMJATENG.COM, PURWOKERTO — Universitas Muhammadiyah Purwokerto merespons cepat perkembangan teknologi global yang kian masif. Langkah nyata ini terbukti saat UMP gelar guest lecture AI untuk membekali mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja modern.
Seminar bertajuk “From Sales to Scale: Building High-Performing Teams in the Age of AI” tersebut berlangsung di Aula AK Anshori, Gedung Rektorat UMP, Selasa (20/10/2026). Dalam kesempatan ini, pihak kampus menghadirkan pimpinan perusahaan teknologi global untuk membagikan wawasan strategis.
Narasumber utama yang hadir adalah Chief Revenue Officer (CRO) Mindstone, Alex Sullivan Lepaffe. Ia membeberkan kunci penting mengenai strategi membangun tim kerja berkinerja tinggi pada era kecerdasan buatan.
Sinergi Manusia dan AI Agent di Tempat Kerja
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama UMP, Assoc. Prof. Saefurrohman, Ph.D., menegaskan pentingnya momentum ini. Menurutnya, UMP gelar guest lecture AI untuk membuka cakrawala mahasiswa terkait pergeseran paradigma industri.
“Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi kalian. Pembicara kita merupakan manajer dari Mindstone, perusahaan yang mengembangkan kecerdasan buatan di seluruh dunia,” ujar Saefurrohman.
Selanjutnya, Saefurrohman menjelaskan bahwa keberhasilan tim masa depan sangat bergantung pada kolaborasi lintas teknologi. Saat ini, tim kerja tidak hanya beranggotakan manusia, tetapi juga mencakup integrasi sistem AI.
“Ketika masuk ke dunia kerja, kita wajib membangun tim yang berfungsi. Saat ini tim bukan cuma orang, melainkan integrasi antara kalian dan AI. Mungkin AI yang akan menyelamatkan tim tersebut,” tambahnya.
Beban Kerja 200 Orang Selesai oleh 4 Orang
Sementara itu, CRO Mindstone Alex Sullivan Lepaffe menyoroti tantangan baru kepemimpinan era digital. Ia menilai bahwa munculnya AI agent mandiri mengubah cara kerja organisasi secara mendasar.
Oleh karena itu, keterampilan utama profesional masa depan terletak pada kemampuan mengelola AI. Pemimpin harus mampu memberi tanggung jawab kepada AI agent layaknya mengelola sumber daya manusia.
“Tugas utama kita di masa depan adalah me-manage tim yang berisi AI, sama seperti me-manage orang dengan memberikan mereka tanggung jawab,” terang Alex.
Meskipun demikian, Alex menegaskan keberadaan teknologi ini tidak bertujuan menggantikan peran manusia. Sebaliknya, kecerdasan buatan hadir untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja secara drastis.
“Bayangkan dengan AI agent, beban pekerjaan yang sewajarnya dikerjakan 200 orang kini selesai hanya oleh empat orang,” tegasnya.
Melalui agenda UMP gelar guest lecture AI ini, UMP terus berkomitmen memperkuat literasi digital mahasiswa. Langkah ini diharapkan mampu mencetak lulusan berkemampuan kepemimpinan berbasis teknologi yang siap bersaing secara global.
Kontributor: Amr/Chy
Editor: Akmal



