Tembus Panggung Global, PESMA UMS Bekali Mahasantri Keterampilan Public Speaking dan Personal Branding
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Kemampuan berkomunikasi dan membangun citra diri menjadi bekal utama mahasiswa dalam menghadapi persaingan global. Oleh karena itu, Pesantren Mahasiswa (PESMA) Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan public speaking PESMA UMS di Masjid KH Mas Mansur.
Pelatihan bertema “Speak Up, Stand Out” ini melibatkan seluruh mahasantri lembaga pesantren kampus tersebut. Selain itu, penyelenggara menghadirkan Afnan Zain Muzakki, seorang mahasiswa UMS yang sukses berkarier sebagai influencer sekaligus pembicara publik. Langkah ini efektif memotivasi peserta agar berani tampil di depan umum.
Strategi Membangun Personal Branding dan Adaptasi Zaman
Dalam pemaparannya, Afnan menjelaskan bahwa pembentukan citra diri sangat penting untuk menciptakan kepercayaan publik. Bahkan, ia menguraikan empat fondasi utama, mulai dari membentuk identitas autentik hingga menciptakan peluang karier secara konsisten.
Selanjutnya, narasumber menegaskan bahwa proses pengembangan diri harus berawal dari rasa mencintai diri sendiri. Sebab, pemahaman terhadap kelebihan dan kekurangan pribadi menjadi fondasi utama dalam menentukan arah masa depan. Oleh sebab itu, setiap individu perlu mengenali potensinya sejak dini.
Selain itu, Afnan mengingatkan peserta mengenai pentingnya kemampuan beradaptasi di era digital. “Barangsiapa yang tidak siap menyesuaikan zaman, maka bersiaplah untuk ditelan zaman,” ungkapnya pada Selasa (13/10/2026).
Oleh karena itu, pesan ini menjadi pengingat bagi para mahasantri untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Dengan demikian, mereka mampu menangkap berbagai peluang emas yang muncul di tingkat nasional maupun internasional.
Keberanian Keluar dari Zona Nyaman dan Praktik Langsung
Memasuki sesi teknik berbicara, Afnan menceritakan pengalaman pribadinya saat menjadi mahasiswa baru UMS pada 2023. Kala itu, ia berani menerima tantangan dalang untuk memperkenalkan diri menggunakan suara khas Bagong dalam acara Masta PMB UMS.
Aksi berani tersebut ternyata langsung membuka pintu kesempatan baru bagi kariernya. Sebab, tim Humas UMS segera mengajak Afnan berkolaborasi untuk berbagai proyek media. Akibatnya, pengalaman nyata ini membuktikan bahwa keberanian mencoba dapat melahirkan peluang yang tidak terduga.
Kemudian, narasumber membagikan tiga kunci sukses dalam seni berkomunikasi di depan khalayak. Bahkan, dua orang mahasantri langsung maju ke depan panggung untuk mempraktikkan teori penyampaian gagasan secara terstruktur.
Dengan demikian, simulasi interaktif ini berhasil melatih mental serta keberanian panggung para peserta. Selanjutnya, kegiatan berlanjut dengan sesi diskusi hangat yang dipandu oleh moderator Fuad Affifudin.
Pada akhir acara, Afnan mengajak seluruh mahasantri untuk memanfaatkan masa studi di pesantren secara maksimal. Oleh sebab itu, ia mendorong generasi muda agar tidak menunda langkah hanya karena merasa takut gagal.
Melalui program pelatihan public speaking PESMA UMS ini, pihak pengelola berharap mahasantri tumbuh menjadi pribadi yang adaptif dan percaya diri. Sehingga, lulusan pesantren siap berkontribusi secara nyata di panggung dunia.
Kontributor: Salma/Fika
Editor: Akmal



