Mahasiswa UMS Borong Gelar di Ajang Putra Putri Lawu 2026
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyabet penghargaan bergengsi dalam ajang Pemilihan Putra Putri Lawu 2026. Ketiga delegasi kampus ini resmi menerima penghargaan pada malam grand final Duta Wisata Karanganyar, Sabtu (26/9/2026).
Ketiga peraih prestasi tersebut adalah Andira Amelia Tiandara dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebagai Putri Lawu Fotogenik. Sementara itu, dua mahasiswa UMS dari Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP), Muhhamad Ivan Lanang Fahlevi dan Fariz Nur Wicaksono, masing-masing meraih Juara Putra Lawu Harapan 1 serta Juara Putra Lawu 2.
Capaian gemilang ini menegaskan peran aktif generasi muda dalam mempromosikan destinasi wisata dan kekayaan budaya daerah.
Perjuangan Mengukir Prestasi Sejak Semester Awal
Ivan dan Fariz tercatat sebagai mahasiswa UMS Program Studi Ilmu Hukum. Ivan saat ini menempuh perkuliahan semester tiga, sedangkan Fariz merupakan mahasiswa baru semester satu. Keduanya mantap mengikuti kompetisi ini demi mengasah kapasitas diri sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Karanganyar.
Bagi Ivan, ajang Putra Putri Lawu 2026 merupakan impian lama sejak masa sekolah menengah atas. Momentum perkuliahan akhirnya membukakan jalan untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Ia ingin memperluas wawasan daerah sekaligus menguji kemampuan analisis masalah.
“Saya ingin mengenalkan Karanganyar lebih luas kepada generasi muda agar kita bisa bersama-sama memberikan dampak nyata,” ujar Ivan, Rabu (14/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa pengalaman akademik dan kegiatan pengabdian masyarakat di kampus menjadi pendorong utama. Melalui ajang duta wisata ini, Ivan berkomitmen menjadikan pengetahuan yang ia peroleh sebagai bekal melayani masyarakat secara langsung.
Pengalaman Memandu Wisatawan Mancanegara
Salah satu momen paling berkesan bagi Ivan terjadi saat menjalani masa karantina di Candi Sukuh. Saat itu, ia berinteraksi langsung dengan para wisatawan mancanegara. Ia mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus memandu turis layaknya pemandu wisata profesional.
Pengalaman berharga tersebut menjadi wadah belajar untuk meningkatkan rasa percaya diri dan melatih komunikasi lintas budaya. Ivan menganggap ajang Duta Wisata Karanganyar bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan sarana efektif untuk mengasah potensi diri.
Di sisi lain, Fariz mengaku terinspirasi oleh keberanian para finalis tahun sebelumnya yang mampu keluar dari zona nyaman. Mahasiswa baru ini ingin mengukur kemampuan diri sembari mengambil peran aktif dalam pelestarian budaya lokal.
“Saya ingin menjadi role model bagi generasi muda di Karanganyar. Selain itu, saya bertekad memajukan potensi pariwisata dan kebudayaan daerah,” tegas Fariz.

Sebagai mahasiswa UMS yang baru memasuki dunia kampus, Fariz langsung menerapkan nilai kedisiplinan perkuliahan selama masa seleksi. Ia belajar mengelola waktu dengan cermat, menjaga etika, serta membangun jejaring dengan sesama peserta.
Dukungan Kampus dan Gagasan Program Nyata
Perjalanan menuju malam puncak membutuhkan perjuangan panjang. Para peserta harus melewati seleksi administrasi, tes tertulis, wawancara, unjuk bakat, hingga penentuan 10 pasang finalis. Setelah itu, seluruh finalis mengikuti pembekalan intensif, latihan koreografi, dan karantina selama dua pekan.
Selama proses kompetisi, pihak kampus memberikan dukungan penuh melalui dispensasi akademik dan surat tugas. Kemudahan ini membantu para mahasiswa UMS mengarungi kompetisi tanpa mengorbankan kewajiban kuliah.
Pasca penobatan, kedua mahasiswa UMS ini langsung menyusun program kerja konkrit berbasis potensi lokal. Ivan merancang kompetisi video pariwisata kreatif yang terintegrasi dengan edukasi pembayaran digital bagi masyarakat umum.
Program inovatif tersebut siap meluncur pada Oktober hingga November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar pada 18 November.
Sementara itu, Fariz mengusung program bertajuk Lawu Culture and Coffee Week. Inisiatif ini berfokus pada pemberdayaan pelaku UMKM lokal melalui promosi produk kopi dan karya seni daerah agar lebih dikenal masyarakat luas.
Menginspirasi Generasi Muda dari Bangku Kuliah
Gelar duta wisata bukan akhir dari perjalanan Ivan dan Fariz. Keduanya berkomitmen memanfaatkan seluruh ilmu dan pengalaman masa karantina untuk menginspirasi rekan-rekan muda, khususnya di lingkungan kampus.
Ivan berharap anak muda tidak sekadar menjadi penikmat wisata, tetapi juga tampil sebagai penggerak utama sektor pariwisata. Senada dengan hal itu, Fariz ingin menyalurkan wawasan Duta Wisata Karanganyar dalam kehidupan sosial maupun akademis.
Keberhasilan tiga mahasiswa UMS ini membuktikan bahwa ruang kuliah dan kegiatan luar kampus dapat berjalan berdampingan secara harmonis. Prestasi ini sekaligus mempertegas pentingnya mengintegrasikan ilmu akademis dengan kepedulian nyata terhadap kemajuan daerah.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



