Jatam Cilacap Mengadakan Pelatihan Budidaya Semangka untuk Buka Peluang Agribisnis Petani
PWMJATENG.COM, CILACAP – Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Kabupaten Cilacap mengadakan pelatihan budidaya semangka di Desa Pagubugan, Kecamatan Binangun, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong minat petani dalam menggarap peluang agribisnis hortikultura yang bernilai ekonomis tinggi.
Ketua Jatam Cilacap, Suraswanto, menjelaskan bahwa pelatihan budidaya semangka ini diikuti oleh 31 peserta dari berbagai wilayah, termasuk peserta asal Kabupaten Banyumas. Pengurus organisasi sengaja merancang acara ini agar para petani siap mempraktikkan teknik tanam modern secara mandiri.
“Alhamdulillah, pelatihan berjalan lancar. Kami berharap ilmu budidaya semangka ini benar-benar membawa manfaat nyata bagi peningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar Suraswanto.
Panduan Teknis Pembuatan Pupuk dan Perawatan Tanaman
Dalam sesi materi, narasumber pelatihan, Misro, memaparkan langkah-langkah teknis awal budidaya semangka. Petani dapat mengolah lahan menggunakan traktor roda empat, lalu memberikan pupuk dasar berupa kotoran kambing terfermentasi.
“Kami mengarahkan petani agar fokus memakai pupuk organik semangka. Penggunaan bahan kimia hanya berfungsi sebagai pemacu pertumbuhan tanaman,” jelas Misro.
Setelah penyiapan lahan, petani menyeduh bibit semangka dengan air hangat kuku, lalu meniriskan bibit menggunakan kain basah hingga berkecambah. Selanjutnya, petani menyemai kecambah di lahan bedengan dan dapat menambahkan ekstrak bawang merah atau putih untuk menguatkan daya tumbuh.
Proses penyiraman awal dilakukan sebanyak 200 mililiter air per tanaman setiap dua hari sekali. Selain itu, petani menyemprotkan Pupuk Organik Cair (POC) secara berkala dan memberikan pupuk susulan NPK pada hari ke-10 dan ke-13 setelah tanam.
Pemberian pupuk dihentikan total saat tanaman memasuki usia 43 hingga 45 hari. Tanaman kemudian dibiarkan hingga berumur 55 hari agar buah matang secara alami di pohon.
Analisis Biaya Tanam Semangka dan Potensi Keuntungan
Selain menjelaskan teknik tanam, Misro juga membedah kalkulasi bisnis dalam budidaya semangka. Petani umumnya menyisakan satu hingga dua buah berkualitas pada setiap pohon.
Berdasarkan hitungan usaha tani, biaya tanam semangka secara komersial berada pada kisaran Rp4.000 hingga Rp6.000 per batang. Dengan biaya tersebut, petani Cilacap sudah memperoleh keuntungan jika harga jual di tingkat petani berada di angka Rp3.500 per kilogram.
“Sementara itu, harga pasar untuk buah semangka saat ini mencapai Rp6.500 per kilogram,” tambah Misro.
Hasil panen terbagi menjadi tiga tingkatan bobot. Buah Grade A memiliki berat 7–10 kilogram, Grade B berbobot 3–5 kilogram, dan Grade C berbobot 1,5–2 kilogram.
Pendampingan Berkelanjutan dan Rencana Pelatihan Lanjutan
Para peserta menyambut positif langkah Jatam Cilacap dalam menggelar pelatihan ini. Salah satu peserta asal Banyumas, Tasito, mengaku siap menerapkan ilmu budidaya semangka di lahan pertanian miliknya.
“Kami sangat terbantu karena panitia juga menyediakan grup komunikasi daring. Jadi, kami bisa berkonsultasi langsung jika menemui kendala saat praktik,” tutur Tasito.
Hal senada diungkapkan peserta asal Cilacap Utara, Wahidin. Ia menilai pelatihan ini membuka mata para petani akan besarnya potensi pasar buah hortikultura.
Sebagai tindak lanjut, Jatam Cilacap berkomitmen terus mendampingi para alumni pelatihan melalui grup diskusi khusus. Pihaknya juga berencana mengadakan pelatihan serupa untuk komoditas pertanian lainnya dalam waktu dekat.
“Rencana dalam waktu dekat, kami akan mengadakan pelatihan budidaya melon di Kota Cilacap,” pungkas Suraswanto.
Kontributor: Wasis
Editor: Akmal



