Setelah OCIS, Buku-Buku Muhammadiyah kini Resmi Jadi Koleksi Bodleian Libraries University of Oxford
PWMJATENG.COM, OXFORD — Karya pemikiran Islam Indonesia kembali menorehkan sejarah di panggung akademik dunia. Setelah OCIS, buku-buku Muhammadiyah kini resmi jadi koleksi Bodleian Libraries University of Oxford, Inggris, usai diserahkan oleh PCIM Britania Raya & Irlandia pada Rabu (7/10/2026).
Langkah strategis ini memperkuat posisi literatur Indonesia di kampus ternama tersebut. Sebelumnya, rombongan juga menyerahkan koleksi serupa ke Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS) pada September lalu.
Ketua PCIM Britania Raya & Irlandia, Ince Dian Aprilyani Azir, menyerahkan empat buku utama secara langsung. Koleksi tersebut mencakup dua karya berbahasa Indonesia tulisan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Abdul Mu’ti, yakni Kristen Muhammadiyah (bersama Fajar Riza Ul Haq) dan Pluralisme Positif (bersama Azaki Khoirudin).
Selain itu, dua buku berbahasa Inggris terbitan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah juga melengkapi penyerahan ini. Buku tersebut berjudul The Contemporary Fatwas of Muhammadiyah dan Coping with Disaster: Principle Guidance from an Islamic Perspective.

Apresiasi dari Perpustakaan Pusat Oxford
Pustakawan Spesialis Asia Selatan Bodleian Libraries, Emma Mathieson, menyambut hangat kedatangan rombongan. Selain menerima koleksi literatur, Emma mengagumi cenderamata syal batik khas buatan Eco Bhinneka Muhammadiyah.
Ia menyampaikan rasa bangga atas penambahan koleksi berbahasa Indonesia ini. Menurutnya, kepastian bahwa buku-buku Muhammadiyah kini resmi jadi koleksi Bodleian Libraries University of Oxford sangat membantu mengisi kelangkaan literatur Indonesia di perpustakaan tersebut.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, mengapresiasi dukungan penuh PCIM Britania Raya. Ia berharap karya-karya ini menjadi rujukan kajian Islam Indonesia dan pemikiran Muhammadiyah bagi civitas akademika dunia.
Senada dengan hal itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, menilai Kristen Muhammadiyah berhasil memotret relasi positif antarumat beragama. Lembaga pendidikan Muhammadiyah terbukti menjadi jembatan budaya yang membentuk iklim toleran dan damai.
Sumbangan Islam Berkemajuan untuk Dunia
Sekretaris Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah, Azaki Khoirudin, menegaskan pentingnya momentum ini. Momen ini membawa gagasan Islam Berkemajuan langsung ke pusat peradaban ilmu global.
Ia menambahkan bahwa dunia perlu melihat wajah Islam Indonesia yang ramah, terbuka, serta berkomitmen pada nilai kemanusiaan. Ribuan sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah pun terus konsisten menjadi laboratorium toleransi nyata.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Muhammad Rofiq Muzakkir, sependapat bahwa langkah penyerahan ini sangat strategis. Upaya mendiseminasikan gagasan Islam Berkemajuan di tingkat internasional akan memperkaya diskursus akademik global.
Penyerahan ini makin menegaskan keberhasilan penerbitan karya lokal dalam menembus ruang kajian internasional. Kehadiran fakta bahwa buku-buku Muhammadiyah kini resmi jadi koleksi Bodleian Libraries University of Oxford diharapkan terus menginspirasi civitas akademika untuk mendalami gagasan Islam dari Indonesia.
Kontributor: Ince Dian Aprilyani Azir
Editor: Akmal



