Berita

BPJS Kesehatan Goes To Campus: FIK UMS Wajibkan Mahasiswa Baru Punya Jaminan Kesehatan

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Lewat program BPJS Kesehatan Goes To Campus, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta mendorong seluruh mahasiswa memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial sejak dini. Fakultas bahkan mengarahkan seluruh mahasiswa baru untuk terdaftar aktif dalam layanan BPJS Kesehatan UMS demi menjamin keselamatan selama menempuh pendidikan.

Dekan FIK UMS, Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, S.Fis., Ftr., M.Kes., menegaskan bahwa kepesertaan jaminan kesehatan merupakan kebutuhan primer bagi civitas akademika. Kebijakan perlindungan BPJS Kesehatan UMS ini menjadi benteng utama, terutama bagi mahasiswa yang akan menjalani praktik klinik di rumah sakit maupun kegiatan akademik luar negeri.

“Kami mengarahkan seluruh mahasiswa baru untuk menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan UMS. Langkah ini menjadi ikhtiar mutlak kampus untuk menjamin keselamatan dan memberikan rasa aman selama proses pembelajaran,” ujar Prof. Umi di Auditorium Mohammad Djazman, Jumat (2/10/2026).

Sinergi Program JKN dan Calon Tenaga Kesehatan

Inisiatif kepesertaan ini menyambut baik sosialisasi langsung dari BPJS Kesehatan Kantor Cabang Surakarta. Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, F. Hardianto Wijoyo, menilai mahasiswa kesehatan memegang posisi strategis dalam mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menurut Hardianto, pemahaman mengenai sistem BPJS Kesehatan UMS menjadi bekal berharga sebelum mahasiswa terjun ke masyarakat. Sebagai calon tenaga medis, peneliti, atau birokrat, mahasiswa perlu menguasai prinsip gotong royong yang menjadi fondasi utama penyelenggaraan JKN.

“Prinsip JKN adalah gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sakit. Mahasiswa FIK UMS harus paham betul mekanisme ini agar siap mengedukasi masyarakat saat bertugas kelak,” terang Hardianto.

Peluang Penelitian dan Evaluasi Pelayanan Publik

Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan badan hukum publik ini juga membuka peluang riset akademik. Hardianto menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran vital dalam mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program BPJS Kesehatan UMS di lapangan.

Melalui riset berbasis data, calon sarjana kesehatan dapat memberikan masukan konstruktif guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Kemitraan ini diharapkan terus berlanjut melalui komunikasi intensif agar manfaat jaminan kesehatan dapat terjangkau secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kontributor: Maysali
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *