Gandeng PCM dan MI Papringan, Tim Pengabdian UMS Inisiasi Koperasi Syariah di Wonogiri
PWMJATENG.COM, WONOGIRI — Tim dosen UMS inisiasi koperasi syariah di Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, guna memperkuat ekonomi warga dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Langkah strategis ini merangkul pengusaha UMKM brem, tempe kripik, hingga tahu-tempe lokal agar meraih keuntungan lebih optimal.
Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta merancang program ini bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Nguntoronadi dan MI Muhammadiyah Papringan. Ketua Tim Pengabdian UMS, Trian Gigih Kuncoro, S.E., S.H., M.E., menegaskan komitmennya untuk menggerakkan potensi ekonomi lokal.
“Kami mendampingi warga agar memiliki wadah ekonomi yang solid dan berprinsip syariah,” ujar Trian, didampingi anggotanya Raden Danang Aryo Putro Satriyono, S.T., M.T.
Selama ini, MI Muhammadiyah Papringan memegang peranan penting sebagai satu-satunya AUM pendidikan dasar di Nguntoronadi. Sekolah ini menyimpan aset sumber daya manusia dan infrastruktur yang sangat potensial. Selain itu, wilayah Nguntoronadi terkenal memiliki banyak sentra industri rumah tangga unggulan.
Sinergi Tim UMS dan Pengusaha Lokal Wonogiri
Tim akademisi UMS melihat potensi besar pada perajin brem, tempe kripik, dan tahu-tempe di Wonogiri. Sayangnya, sebagian modal usaha dan saluran distribusi warga masih berjalan sendiri-sendiri. Kehadiran tim dosen UMS inisiasi koperasi syariah ini menjadi jawaban atas tantangan pengembangan usaha warga.
Dalam forum Focus Group Discussion (FGD), tim pengabdian merangkul perwakilan PCM Nguntoronadi dan tokoh masyarakat untuk menyusun struktur pengurus. Hasilnya, peserta FGD berhasil membentuk kepengurusan inti yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara.
Selanjutnya, para peserta mengikuti workshop konsolidasi pengadaan bahan baku murah. Melalui strategi ini, produsen dapat menekan biaya produksi sehingga harga jual produk lokal menjadi jauh lebih kompetitif di pasaran.
Ekosistem Ekonomi Muhammadiyah yang Mandiri
Tim penetapan sasaran memilih industri pengolahan brem serta tahu-tempe sebagai proyek percontohan awal. Pada tahap lanjutan, jaringan koperasi syariah ini akan memperluas jangkauan layanan hingga ke sektor pertanian dan peternakan warga.
Inisiatif dosen UMS inisiasi koperasi syariah ini terbukti menciptakan ekosistem ekonomi Muhammadiyah Wonogiri yang mandiri. Langkah nyata tersebut sekaligus membangkitkan peran AUM sebagai benteng dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
Kontributor: Tim Pengabdian Masyarakat UMS
Editor: Akmal



