Bantu Atasi Kekeringan, UMP dan MDMC Salurkan 28.000 Liter Bantuan Air Bersih di Pemalang
PWMJATENG.COM, PEMALANG – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama MDMC Banyumas dan MDMC Pemalang menyalurkan 28.000 liter bantuan air bersih di Pemalang pada Selasa (29/9/2026). Sinergi kemanusiaan ini merespons krisis kekeringan yang melanda warga Desa Beluk, Kecamatan Belik.
Penyaluran bantuan tersebut berjalan lancar melalui koordinasi erat bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Belik. Bantuan air bersih ini menjangkau tujuh lokasi distribusi strategis dan memberi manfaat langsung bagi 158 kepala keluarga atau sekitar 682 jiwa.
Respons Cepat Krisis Air Bersih
Aksi tanggap darurat ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-6 mengenai Air Bersih dan Sanitasi Layak. Oleh karena itu, bantuan air bersih di Pemalang hadir sebagai solusi konkret untuk membuka kembali akses warga terhadap pasokan air yang aman dan memadai.
Perwakilan MDMC UMP, Endiyono, menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud kepedulian nyata perguruan tinggi terhadap kondisi warga. Sinergi antara kampus dan lembaga kemanusiaan Muhammadiyah terbukti mampu mempercepat penanganan bencana kekeringan di daerah.
“Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih akibat kekeringan. Melalui kolaborasi UMP, MDMC Banyumas, MDMC Pemalang, dan PCM Belik, bantuan dapat disalurkan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Endiyono.
Sinergi Lintas Sektor untuk Kemanusiaan
Senada dengan hal tersebut, perwakilan MDMC Banyumas, Yahya, menyambut positif kerja sama lintas daerah ini. Menurutnya, kolaborasi terpadu memastikan bantuan tepat sasaran dan langsung menjawab kebutuhan vital warga Desa Beluk, Kecamatan Belik.
“Sinergi seperti ini sangat penting agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang terdampak kekeringan dan mengalami keterbatasan air bersih,” ungkap Yahya.
Selain itu, pemenuhan pasokan air menjadi kunci utama untuk menjaga keberlangsungan aktivitas harian warga selama musim kemarau. Bantuan ini terbukti efektif meringankan beban hidup masyarakat penerima manfaat.
Komitmen Pengabdian Masyarakat
Selanjutnya, Endiyono menambahkan bahwa aksi bersama ini menguatkan ikatan kelembagaan di internal Muhammadiyah. Langkah ini memperkokoh kesiapsiagaan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan dan bencana alam.
“Kami berharap bantuan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun kepedulian, semangat kemanusiaan, serta pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Di samping itu, kegiatan tersebut menjadi bukti implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian masyarakat. Program ini sekaligus memperkuat agenda penanggulangan bencana yang diusung oleh MDMC.
Pendanaan kegiatan senilai Rp2.500.000 bersumber langsung dari kas operasional Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Tim lapangan menyalurkan dana tersebut melalui PCM Belik dengan pengawasan teknis MDMC Pemalang.
Melalui program bantuan air bersih di Pemalang ini, UMP terus menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah krisis masyarakat. Kampus akan terus memperluas jaringan pengabdian sosial berbasis kolaborasi nyata. (*/Chy)
Kontributor: Nikmah Hidayati
Editor: Akmal



