Berita

Milad KOKAM ke-61: KOKAM Sukoharjo Dorong Kesiapsiagaan Intelektual Tangkal Radikalisme Digital

PWMJATENG.COM, SUKOHARJO — Peringatan Milad KOKAM ke-61 menjadi momentum penting bagi Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM Sukoharjo). Pasalnya, organisasi kepemudaan ini menegaskan komitmen untuk mengalihkan fokus gerakan dari kesiapsiagaan fisik menuju kesiapsiagaan intelektual.

Komandan KOKAM Daerah Sukoharjo, Yusuf Fa’iqudin, menekankan bahwa langkah ini sangat krusial demi menjaga persatuan bangsa. Selain itu, transformasi tersebut menjadi strategi utama KOKAM dalam menangkal ancaman radikalisme digital di usianya yang menginjak 61 tahun pada 2026.

Lebih lanjut, Yusuf menyatakan bahwa dinamika sosial-politik dan disrupsi global saat ini telah mengubah bentuk ancaman persatuan. Oleh sebab itu, tantangan terbesar bangsa tidak lagi berupa agresi fisik, melainkan kedangkalan berpikir, penyebaran hoaks, serta upaya adu domba di media sosial.

“KOKAM tidak boleh lagi dipandang sebatas pasukan fisik berbaju loreng,” tegas Yusuf dalam rilis tertulis, Rabu (1/10/2026).

Pada momen Milad KOKAM ke-61 ini, Yusuf menginstruksikan seluruh kader agar memaknai baret dan seragam loreng sebagai bentuk kesiapan jiwa. Dengan demikian, anggota KOKAM wajib terjun aktif dalam jihad peradaban melalui penguatan sektor pendidikan dan persatuan.

Literasi Digital dan Trilogi Pelayanan Islam Berkemajuan

Di sisi lain, peningkatan literasi menjadi kunci penting dalam membentengi masyarakat dari ancaman informasi palsu. Oleh karena itu, KOKAM Sukoharjo menuntut para anggotanya agar menjadi agen pendidikan publik sekaligus pelopor literasi digital demi merawat kerukunan di tengah keberagaman.

Selanjutnya, gerakan ini berlandaskan pada nilai-nilai Islam Berkemajuan melalui penerapan trilogi pelayanan KOKAM. Trilogi tersebut mencakup aksi nyata kader di bidang Kemanusiaan, Kebencanaan, dan Ekologi.

Meskipun demikian, Yusuf menegaskan bahwa seluruh pelayanan masyarakat ini tetap berjalan secara inklusif. Kader KOKAM bergerak secara terbuka tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun pilihan politik masyarakat.

“Persatuan yang otentik hanya bisa tumbuh ketika masyarakat belajar saling menghormati perbedaan melalui nalar yang sehat,” lanjut Yusuf.

Sebagai penutup, Yusuf menegaskan kesiapan organisasinya dalam menjaga harmoni sosial di Indonesia. KOKAM Sukoharjo berkomitmen berdiri di garda terdepan sebagai titik temu (kalimatun sawa) guna merawat tenun kebangsaan pada perayaan Milad KOKAM ke-61 ini.

Kontributor: Zulfikri
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *