SMA Manafi’ul ‘Ulum Sambi Padukan Literasi Agama dan Budaya Lewat Kunjungan Masjid hingga Wayang Orang

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — SMA Manafi’ul ‘Ulum Sambi mengemas pembelajaran luar kelas secara inovatif melalui kunjungan edukatif ke Kota Surakarta pada Kamis (25/9/2026). Sekolah ini mengintegrasikan Literasi Agama dan Budaya untuk menguatkan spiritualitas sekaligus menumbuhkan apresiasi siswa terhadap seni tradisi Nusantara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Masjid Raya Sheikh Zayed dan Masjid Agung Surakarta. Di dua tempat ibadah ikonik ini, para siswa menunaikan shalat berjamaah secara khusyuk. Mereka juga mempelajari rekam jejak sejarah peradaban Islam dan keunikan arsitektur bangunan masjid.
Setelah menuntaskan agenda religi, rombongan bertolak menuju Gedung Wayang Orang Sriwedari. Para peserta menyaksikan secara langsung pertunjukan seni tradisi yang penuh dengan pesan moral. Kombinasi dua kegiatan ini menjadi bukti nyata penerapan Literasi Agama dan Budaya di luar ruang kelas.
Kepala SMA Manafi’ul ‘Ulum, Ari Rosmawati, S.Pd., menegaskan pentingnya metode belajar langsung di lapangan. Pengalaman empiris membantu para siswa menyerap nilai-nilai kehidupan secara lebih utuh dan berkesan.
“Kami ingin anak-anak belajar langsung dari realitas. Kunjungan ke masjid menanamkan nilai keagamaan, sementara pertunjukan wayang mengajarkan sejarah, seni, dan etika,” terang Ari pada Kamis (25/9/2026).
Saling Menguatkan Antara Keimanan dan Tradisi
Ari menambahkan bahwa penerapan Literasi Agama dan Budaya harus berjalan seimbang dalam kurikulum pendidikan. Generasi muda membutuhkan fondasi keimanan yang kokoh tanpa harus kehilangan pemahaman terhadap akar budayanya. Belajar agama dan merawat tradisi justru saling menguatkan dalam membentuk karakter peserta didik.
Pelaksanaan agenda ini mendapat pendampingan penuh dari ketua panitia, Shodiq Mustaqim Syahida, bersama tim pengajar. Para ustadz dan ustadzah membimbing seluruh rangkaian acara agar berjalan tertib serta kaya akan bobot edukasi.
Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Pujiono, menyambut positif terobosan pembelajaran di ruang publik ini. Menurutnya, masjid dan ruang kebudayaan dapat berfungsi sebagai laboratorium belajar yang sangat efektif bagi perkembangan siswa.
“Pendidikan agama memperdalam nilai spiritualitas, sedangkan seni tradisi menumbuhkan rasa cinta tanah air,” jelas Pujiono.
Lewat penguatan Literasi Agama dan Budaya, SMA Manafi’ul ‘Ulum Sambi terus berkomitmen menghadirkan model pembelajaran yang bermakna. Para siswa tidak sekadar menguasai teori di atas kertas, tetapi juga mampu memetik kearifan lokal untuk membentengi karakter mereka.
Kontributor: Pujiono
Editor: Akmal



