Berita

Isi Kuliah Umum di UMS, Wakil Dubes RI Bedah Dinamika Hubungan Indonesia dan Malaysia

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Wakil Kepala Perwakilan/Deputy Chief of Mission (DCM) RI KBRI Kuala Lumpur, Dr. Danang Waskito, membeberkan peta dinamika hubungan Indonesia dan Malaysia. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan kuliah umum di Gedung Ahmad Syafii Maarif Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (24/9/2026).

Diplomat senior tersebut menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki karakter yang unik sekaligus kompleks. Karakteristik ini lahir karena kedua negara bertetangga dekat dan berbagi sejarah serumpun.

“Sebagai negara serumpun, jarak kita dekat dan sejarah kita juga berdampingan. Kita berbagi identitas, nilai, dan sejarah yang sama, sehingga sebetulnya kita saling tergantung,” ujar Danang Waskito di hadapan ratusan mahasiswa UMS.

Dinamika Love and Hate serta Potensi Ekonomi AI

Danang menggambarkan dinamika hubungan Indonesia dan Malaysia bak fenomena love and hate. Kedekatan kultural tidak serta-merta menghilangkan persaingan sengit, terutama pada sektor olahraga. Meski demikian, ia memastikan fondasi diplomatik kedua negara tetap berdiri kokoh dan stabil.

Sektor ekonomi mencatatkan angka perdagangan bilateral mencapai 34,2 miliar dolar AS pada 2025. Indonesia memang mencetak surplus perdagangan, namun nilainya menunjukkan tren penurunan. Selain itu, Danang menyoroti ketimpangan arus investasi yang masih menjadi tantangan bersama.

“Malaysia sangat aktif berinvestasi di Indonesia. Sayangnya, pelaku usaha kita kurang aktif berkespansi ke sana, dan ini menjadi tugas rumah bersama,” tambahnya.

Ia mendorong kedua pihak memperluas kerja sama pada sektor masa depan. Sektor strategis tersebut meliputi pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pengelolaan mineral tanah jarang (rare earth).

Solusi Damai Isu Migran dan Sinergi Akademis

Di sisi lain, hubungan Indonesia dan Malaysia masih menghadapi tantangan klasik. Isu krusial seperti sengketa perbatasan dan perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) terus membayang-bayangi. Kendati demikian, kedua pemerintah berkomitmen menyelesaikan tiap perselisihan lewat jalur dialog damai.

Faktor personal antarpemimpin turut memperkuat ikatan diplomasi ini. Keakraban Presiden Indonesia Prabowo Subianto dengan PM Malaysia Anwar Ibrahim menjadi modal penting untuk memperlancar komunikasi kedua negara.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyambut positif paparan tersebut. Ia menilai kehadiran Program Studi Hubungan Internasional (HI) dan Administrasi Publik (AP) di UMS menjadi langkah nyata untuk mencetak generasi yang paham diplomasi global.

Harun mendorong mahasiswa UMS agar aktif mencari eksposur internasional sejak di bangku kuliah. Kampus juga terus memperkuat jaringan pendidikan resiprokal, salah satunya melalui keberadaan Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM) di Perlis.

Menutup perkuliahan, Danang mengajak mahasiswa untuk merancang target jangka panjang dan memperluas jaringan. “Gantungkan cita-cita kalian setinggi-tingginya, perkuat networking, serta perluas wawasan dan pengalaman kalian,” pungkasnya.

Kontributor: Maysali
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *