Berita

Dukung Ketahanan Pangan, Tim PkM P2DB UMS Manfaatkan Maggot dan Komposter Kelola Limbah untuk Desa Pabelan

PWMJATENG.COMSURAKARTA — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meluncurkan strategi baru untuk menekan volume sampah. Lewat program P2DB, mereka melatih warga Desa Pabelan memilah serta mengolah sampah organik rumah tangga agar bernilai ekonomi.

Langkah strategis ini berfokus penuh pada pengelolaan limbah organik menggunakan metode pembuatan komposter dan budidaya maggot. Selain menjaga kebersihan lingkungan, inovasi tersebut terbukti efektif mendukung ketahanan pangan desa secara mandiri.

Kolaborasi Warga dan BUMDes Pabelan

Ketua Tim PKM UMS, Ir. Alfia Magfirona, S.T., M.T., menegaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat setempat. Pihaknya sengaja menggandeng BUMDesa Paramajaya, kelompok PKK, hingga pemuda desa agar gerakan ini terus berjalan secara konsisten.

“Peran BUMDes kami dorong menjadi penggerak utama program berkelanjutan ini. Hasil olahan sampah nantinya punya nilai tambah ekonomi bagi warga,” ujar Alfia, Selasa (22/9/2026).

Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Balai Desa Pabelan dalam dua tahap. Pada pelatihan tersebut, warga mempraktikkan langsung cara membuat komposter sederhana. Alat ini terbukti ampuh mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos berkualitas untuk menyuburkan tanah pertanian.

Pemanfaatan Maggot untuk Pakan Ternak

Tak hanya pembuatan pupuk, tim UMS juga menghadirkan praktisi lingkungan hidup, Suryono Arief Wijaya, S.T. Ia membimbing warga mengurai sampah secara cepat melalui teknik budidaya larva lalat hitam.

Pemanfaatan larva ini menjadi opsi cerdas dalam sistem pengelolaan limbah organik. Selain mampu mereduksi sampah dalam jumlah besar, larva kaya protein tersebut dapat warga manfaatkan sebagai pakan ternak alternatif yang hemat biaya.

“Edukasi komposter dan larva lalat ini membuka peluang usaha baru, baik bagi warga secara mandiri maupun lewat BUMDesa,” tambah Alfia.

Membangun Ekonomi Sirkular Desa

Warga menyambut pelatihan teknik pengolahan sampah ini dengan antusias tinggi. Mereka terlibat aktif dalam sesi diskusi serta praktik pembuatan alat sejak awal hingga akhir kegiatan.

Program yang mendapat dukungan DRPPS UMS ini memadukan aspek lingkungan dan pemberdayaan ekonomi. Sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan warga menjadi kunci utama penciptaan desa mandiri.

Ke depan, program pengolahan sampah organik rumah tangga ini akan menjadi bagian penting dari sistem ekonomi sirkular. Lewat metode pengelolaan limbah organik yang terintegrasi, Desa Pabelan siap mengubah ancaman sampah menjadi sumber daya bernilai tinggi.

Kontributor: Maysali
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *