Berita

Siswa SMP UMP Sabet Juara FTBI Banyumas 2026, Buktikan Bahasa Jawa Tetap Eksis di Era Digital

PWMJATENG.COMPURWOKERTO — Generasi muda di Kabupaten Banyumas membuktikan bahwa modernisasi digital tidak mengikis kecintaan mereka terhadap budaya lokal. Buktinya, siswa SMP Universitas Muhammadiyah Purwokerto (SMP UMP) sukses mengukir prestasi membanggakan pada ajang FTBI Banyumas 2026.

Dalam gelaran Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI Banyumas 2026) di SMK Mulya Husada pada Rabu (9/9/2026), perwakilan sekolah ini berhasil merebut piala kejuaraan. Oleh karena itu, ajang bergengsi tingkat kabupaten tersebut menjadi wadah apresiasi sekaligus pelestarian seni dan bahasa daerah bagi kalangan pelajar.

Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas menggelar ajang ini bersama Balai Bahasa Jawa Tengah dan jaringan satuan pendidikan. Selanjutnya, kolaborasi ini menghadirkan ruang kompetisi yang positif untuk mengasah kepekaan budaya, kehalusan rasa, serta keterampilan berbahasa peserta didik.

Ibrahim Qaiser El A Raih Juara Sesorah

Pada kompetisi tersebut, siswa bernama Ibrahim Qaiser El A tampil memukau hingga akhirnya meraih Juara 3 pada cabang Sesorah atau pidato bahasa Jawa. Raihan tersebut mempertegas komitmen SMP UMP dalam mencetak generasi muda yang menguasai teknologi tanpa mencabut akar budaya lokal.

Tak hanya Ibrahim, empat siswa terbaik lainnya juga turut berjuang membawa nama sekolah pada kompetisi bahasa Jawa Banyumas ini. Wafa Mazaya Nabila bersama Rayhaan Fauzan Pratama bertanding pada cabang Geguritan. Sementara itu, Latifah Zalfa Adina Putri dan Adhyastha Hasmoro A tampil maksimal pada cabang Macapat.

Oleh sebab itu, ajang FTBI Banyumas 2026 ini tidak sekadar menjadi tempat unjuk kebolehan berpidato. Lebih dari itu, para siswa belajar menjunjung tinggi nilai sportivitas, memperluas wawasan kebudayaan, serta mempererat kolaborasi antarsekolah.

Pendidikan Karakter Islami dan Budaya

Selain itu, semangat para siswa dalam menuntut ilmu ini selaras dengan hadis Rasulullah SAW. Beliau bersabda bahwa Allah akan memudahkan jalan menuju surga bagi siapa saja yang menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu (HR. Muslim).

Dengan demikian, pembentukan karakter berbasis keislaman dan kearifan lokal menjadi pilar utama di sekolah. Pendekatan terpadu ini membentuk pribadi siswa yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki kehalusan budi pekerti.

Kemudian, pelatih tim seni SMP UMP menjelaskan bahwa pihak sekolah memadukan latihan intensif dengan pemanfaatan sarana digital. Strategi ini terbukti ampuh membangun rasa percaya diri peserta didik saat berhadapan dengan juri dan peserta lain.

Hasilnya, keberhasilan dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 ini makin menegaskan posisi sekolah sebagai lembaga pendidikan yang seimbang. Sekolah mampu menyelaraskan keunggulan sains, nilai keislaman, kemampuan bilingual, dan kelestarian budaya Jawa.

Melalui pengalaman manis pada FTBI Banyumas 2026, sekolah terus berkomitmen membuka ruang tumbuh yang luas bagi seluruh peserta didik. Sebab, dukungan lingkungan belajar yang tepat menjadi kunci utama dalam melejitkan potensi akademik, bakat seni, serta karakter Islami anak.

Kontributor: Ali Ikbar Ramadhan
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *