Perkokoh Ketahanan Pangan Warga, Tim UMS Integrasikan Urban Farming dan Manajemen Keuangan
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UMS terus memperkuat ketahanan pangan warga melalui integrasi urban farming dan manajemen keuangan berbasis digital. Inovasi ini hadir lewat pengenalan Sistem Informasi Keuangan Kebun Pangan (SIKEPANG v1.0) kepada kelompok ibu-ibu PKK “Rukun Makmur” Kampung Kaloran, Kelurahan Gayamprit, Klaten Selatan.
Melalui pendampingan ini, warga tidak sekadar menanam dan memanen sayuran. Tim UMS juga mengedukasi warga agar mengelola hasil panen secara profesional untuk mendukung ekonomi keluarga.
Ketua Tim PkM UMS, Muhammad Luthfi Hidayat, Ph.D., menekankan pentingnya pencatatan finansial dalam menjaga ketahanan pangan warga secara berkelanjutan. Ia berharap aktivitas pertanian perkotaan ini memberikan dampak ekonomi yang terukur.
“SIKEPANG dirancang agar pengelolaan kebun tidak berhenti pada kegiatan menanam dan memanen,” ujar Luthfi, Senin (21/9/2026). “Setiap pemasukan, pengeluaran, biaya produksi, hingga hasil usaha perlu dicatat dan dianalisis.”
Penerapan Aplikasi SIKEPANG dan Teknologi IoT
Tim akademisi UMS merancang aplikasi SIKEPANG melalui hibah DPPM Kemdiktisaintek 2026. Pengembangan sistem ini melibatkan Muhammad Luthfi Hidayat, Ph.D., Dr. Doan Perdana, S.T., M.T., dan Azizah Fathma, M.A. Saat ini, tim sedang mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk karya tersebut.
Dalam pelatihan tersebut, Azizah Fathma memandu warga mempraktikkan tata kelola keuangan. Sebanyak 15 pengurus kebun belajar menyusun arus kas, menghitung biaya produksi, hingga menganalisis potensi keuntungan.
Warga dapat mengoperasikan aplikasi ini secara luring lewat Microsoft Excel maupun daring via Google Sheets. Fitur di dalamnya mencakup pencatatan investasi, analisis titik impas, hingga dashboard kinerja kebun.
Pelatihan manajemen keuangan ini melengkapi rangkaian program PkM UMS sebelumnya. Tim peneliti telah memberikan pelatihan pemuliaan tanaman serta penerapan teknologi IoT untuk penyiraman otomatis.
Guna mendukung keberlanjutan program, tim UMS juga menyerahkan bantuan berupa pompa air jet pump, perangkat IoT, bibit, dan pupuk. Langkah ini mendorong warga menyulap dua lahan kurang produktif seluas 110 meter persegi menjadi kebun pangan produktif.
Hasil Panen Melimpah dan Kemandirian Warga
Kebun urban farming tersebut kini menghasilkan bayam, sawi pakcoy, buncis, cabai, dan kangkung. Selain hortikultura, warga memproduksi pupuk kompos serta membudidayakan lele dalam galon. Sementara itu, teknologi IoT membantu memantau kondisi suhu, kelembapan, dan pH tanah secara presisi.
Ketua PKK Rukun Makmur, Eni Aprianti, mengapresiasi pendampingan dari tim UMS. Ia menilai program ini sangat efektif menjaga ketahanan pangan warga sekaligus menambah pemasukan kas kelompok.
Atas keberhasilan ini, warga berharap pendampingan dapat terus berlanjut. Kegiatan pelatihan berakhir dengan penyerahan aplikasi SIKEPANG v1.0 dan uji coba penyiraman irigasi jarak jauh lewat smartphone.
Integrasi teknologi digital dan urban farming ini membuktikan bahwa upaya memperkokoh ketahanan pangan warga dapat berjalan selaras dengan pengelolaan usaha yang terukur.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



