UMS Pemberdayaan Muslim di Jepang: Langkah Nyata Perkuat Akidah Diaspora
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali memperluas jangkauan dakwah global. Oleh karena itu, kampus ini resmi menggelar program UMS pemberdayaan muslim di Jepang melalui Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI). Selain itu, langkah ini menjadi bukti nyata kepedulian akademisi terhadap komunitas Indonesia di luar negeri.
UMS bekerja sama langsung dengan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Jepang. Sementara itu, kegiatan bertajuk “Empowering Muslim Identity” tersebut dimulai pada Sabtu (12/9/2026). Program pengabdian UMS di Jepang ini berfokus pada penguatan Al-Islam dan gerakan sosial keagamaan.
Dua komunitas besar turut memperkuat sinergi ini. Misalnya, Forum Komunikasi Muslim Indonesia Tsukuba (FKMIT) dan Silaturahmi Keputrian (Siput). Bahkan, keduanya berhasil menaungi pelajar, mahasiswa, peneliti, pekerja, hingga keluarga Indonesia di Negeri Sakura.
Tantangan Diaspora Muslim di Masyarakat Sekuler
Program ini hadir untuk menjawab tantangan nyata kehidupan diaspora muslim Indonesia. Sebab, mereka hidup dan beraktivitas di tengah masyarakat Jepang yang mayoritas sekuler. Oleh sebab itu, kolaborasi ini bertujuan merawat akidah sekaligus memperkuat peran sosial para kader.
Ketua Tim PkM-KI, Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag., menegaskan pentingnya pemahaman keislaman yang mendalam. Sebab, pemahaman yang kuat membantu warga mempertahankan integritas moral. Dengan demikian, mereka tetap memegang teguh kepribadian muslim tanpa tergerus budaya lokal.
“Menjadi muslim di Jepang memerlukan kolaborasi erat. Maka dari itu, kita perlu menyiapkan strategi penguatan kapasitas kader PCIA Jepang,” ujar Mahasri pada Senin (14/9/2026). Selanjutnya, ia menambahkan bahwa tata kelola organisasi yang baik akan berdampak langsung pada kesejahteraan komunitas.
Menjadi Duta Islam Rahmatan Lil ‘Alamin
Mahasri juga mengajak para warga untuk aktif menghadapi berbagai tantangan. Bahkan, ia mendorong diaspora muslim menjadi duta Indonesia dan duta Islam secara integratif. Hasilnya, warga dapat membawa semangat rahmatan lil ‘alamin, berbaur dengan hangat, serta berkontribusi bagi masyarakat setempat.
Melalui spirit tersebut, forum ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Namun, para peserta memanfaatkannya sebagai momentum untuk merumuskan aksi nyata. Sehingga, akidah yang kokoh membuat UMS ciptakan dakwah global yang ramah dan tepercaya.
Sinergi antara UMS dan PCIA Jepang ini akan terus berjalan secara konsisten. Sebab, langkah tersebut melahirkan inovasi gerakan dakwah kultural yang adaptif. Pada akhirnya, kolaborasi ini siap memperkokoh pilar kemanusiaan di tingkat internasional.
Kontributor: Maysali
Editor: Akmal



