Tembus Etalase Digital, Tim PKM UMS Bekali Guru SLB Karanganyar Dampingi Siswa Berwirausaha
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Tim PKM UMS memperkuat keberlanjutan program Difabel Berwirausaha dengan melatih para guru SLB Anugerah Karanganyar Jawa Tengah, Senin (7/9/2026). Melalui pelatihan ini, akademisi mengenalkan etalase digital dan media pembelajaran berbasis piktogram untuk memacu kemandirian siswa berkebutuhan khusus.
Dosen pendamping tim, Ika Candra Sayekti, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya peran pendidik dalam keberlanjutan inovasi tersebut. Pihaknya merancang pelatihan ini agar guru mampu memanfaatkan teknologi pendukung secara mandiri di lingkungan sekolah.
“Pelatihan ini menjadi langkah strategis UMS dalam memastikan inovasi mahasiswa tidak berhenti pada pelaksanaan program. Sebaliknya, mitra harus terus memanfaatkan inovasi ini secara berkelanjutan,” ujar Ika saat memberikan keterangan pada Selasa (8/9/2026).
Inovasi Piktogram dan Etalase Digital
Melalui penguatan kapasitas pendidik, tim PKM UMS mengintegrasikan media piktogram ke dalam aktivitas pembelajaran harian. Pendekatan visual sederhana ini menjadi keunggulan utama untuk menyederhanakan instruksi kerja bagi para murid.
Selanjutnya, guru memandu siswa menjalankan seluruh tahapan wirausaha secara terstruktur. Tahapan tersebut meliputi proses pembuatan karya, pendokumentasian produk, hingga publikasi melalui etalase digital SLB Anugerah.
Anggota Tim PKM UMS, Aqila Hasna, menyebutkan bahwa keterlibatan aktif guru menjadi kunci utama keberhasilan program. Tim mahasiswa ingin memastikan transfer ilmu berjalan optimal sebelum masa pengabdian berakhir.
“Kami ingin memastikan guru dapat menggunakan media piktogram dan etalase digital secara mandiri. Alhasil, pendampingan wirausaha siswa SLB tetap berjalan berkesinambungan,” tutur Aqila.
Respons Positif Guru SLB Anugerah
Selama sesi praktik, para guru mempraktikkan langsung alur penggunaan media dengan pendampingan mahasiswa. Para pendidik mempelajari metode penyampaian instruksi bertahap agar anak didik mudah menyerap materi wirausaha digital.
Guru SLB Anugerah Karanganyar, Rini Widyastuti Dwiputri, S.T., menyambut positif kehadiran media visual ini. Pihaknya merasa sangat terbantu saat mengarahkan siswa berkebutuhan khusus dalam berkarya.
“Instruksi visual yang sederhana membuat kami lebih mudah memberikan arahan. Kami kini lebih percaya diri mendampingi siswa membuat, mendokumentasikan, dan mempublikasikan karya,” kata Rini.
Program Difabel Berwirausaha ini berjalan di bawah ketua tim Dwi Rahmawati bersama Keisya Zahfarina Dermawan, Aqila Hasna, Kama Setya Dwi Dzaka, dan Fadhel Muhammad Jauhari. Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini membuktikan komitmen nyata UMS dalam mendorong pemberdayaan disabilitas berbasis teknologi.
Kontributor: Yusuf
Editor: Akmal



