Pengajian Ahad Pagi PCM Randudongkal Dorong Penguatan Amal Usaha untuk Solusi Sosial
PWMJATENG.COM, PEMALANG — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Randudongkal terus memperkuat komitmen dakwah kemasyarakatan. Oleh karena itu, pihak cabang menggelar Pengajian Ahad Pagi PCM Randudongkal pada Minggu (6/9/2026). Forum bulanan besutan Majelis Tabligh Pemalang ini berfokus memicu peran aktif warga dalam menjawab persoalan sosial.
Pada kesempatan tersebut, Mudir MBS Moga, Ustadz Akhmad Nur Rifai, Lc., M.E.I., hadir memberikan pandangan strategis. Pihaknya menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah Randudongkal harus mewujud dalam karya nyata yang berdampak langsung.
“Kader Muhammadiyah perlu terus menjaga semangat dakwah dan memperkuat amal usaha. Sebab, langkah konkret ini sangat penting untuk menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat,” tegas Ustadz Akhmad Nur Rifai.
Perkuat Ukhuwah dan Aksi Nyata
Selain itu, pembicara menekankan bahwa prinsip keberadaan organisasi terletak pada konsistensi gerakan. Maka dari itu, kolaborasi antarwarga menjadi kunci utama agar keberadaan Persyarikatan makin dirasakan manfaatnya oleh publik Pemalang.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PCM Randudongkal, H. Muhammad Sidkon, S.Kep., menyebut agenda ini sebagai ruang penguat silaturahmi. Maka, Majelis Tabligh sengaja merancang kegiatan rutin guna menggalang kebersamaan umat secara berkelanjutan.
“Pengajian Ahad Pagi PCM Randudongkal menjadi sarana menambah ilmu sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah. Selanjutnya, kami berharap ikhtiar ini tetap istiqamah demi membawa kemaslahatan bagi seluruh warga,” terang Muhammad Sidkon.
Sementara itu, suasana keagamaan berlangsung penuh khidmat sejak awal hingga akhir acara. Antusiasme jamaah yang hadir pun mempertegas pentingnya forum kajian yang solutif serta relevan dengan dinamika zaman.
Akhirnya, melalui sinergi berkelanjutan ini, Pengajian Ahad Pagi PCM Randudongkal siap menjadi pilar penggerak aksi sosial dan penguatan dakwah di wilayah Randudongkal.
Kontributor: PCM Randudongkal
Editor: Akmal



