Berita

Canggih! Tim UMS Terapkan IoT untuk Memantau Kualitas Air Pembibitan Ikan Nila via Telegram di Sukoharjo

PWMJATENG.COMSURAKARTA — Tim pengabdian Universitas Muhammadiyah Surakarta merancang teknologi pintar untuk memantau kualitas air pembibitan ikan nila di Sanjaya Aquatic, Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Inovasi digital ini mempermudah pembudidaya memantau kondisi kolam secara akurat dan langsung dari ponsel pintar.

Ketua tim pengabdian UMS, Dr. Ratnasari Nur Rohmah, S.T., M.T., menegaskan bahwa program ini fokus meningkatkan efisiensi pengelolaan kolam budidaya.

“Program ini tidak berhenti pada pemasangan alat. Tim juga memberikan pelatihan agar mitra memahami cara mengoperasikan perangkat, membaca data, dan melakukan pemeriksaan ketika sistem memberikan notifikasi,” ujar Ratnasari, Minggu (6/9/2026).

Sistem Monitoring Otomatis Berbasis Telegram

Sebelum penerapan teknologi ini, pengelola Sanjaya Aquatic di Manang, Sukoharjo masih mengecek kolam secara manual. Padahal, kualitas air pembibitan ikan nila sangat rentan terhadap perubahan suhu, tingkat keasaman (pH), kekeruhan, dan ketinggian air.

Untuk mengatasi kendala tersebut, akademisi UMS memasang arsitektur multi-node yang terdiri dari dua sensor dan satu unit pusat. Perangkat ini merekam data dari dua kolam sekaligus, lalu mengirimkan hasilnya secara otomatis melalui protokol ESP-NOW.

“Data yang diterima selanjutnya meneruskan informasi ke aplikasi Telegram. Pengelola akhirnya bisa memantau dua kolam budidaya tanpa harus selalu mendatangi setiap titik lokasi,” tambah Ratnasari.

Sistem ini menyediakan fitur peringatan dini, pemantauan status perangkat, serta kalibrasi sensor secara berkala. Ketika terjadi perubahan ekstrem pada kualitas air pembibitan ikan nila, ponsel pengelola akan langsung menerima notifikasi darurat.

Hasil Pengujian dan Respons Pembudidaya

Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini turut melibatkan para dosen UMS—seperti Mohammad Nasrul Mubin, Rizki Nurilyas Ahmad, Ari Mukti Wibowo, dan Dessy Ade Pratiwi—bersama perwakilan mahasiswa.

Saat pengujian awal, perangkat berhasil mencatat kualitas air pembibitan ikan nila pada kisaran suhu 26,6–27,6 derajat Celsius dan pH ideal 6,93–7,03.

Pemilik usaha Sanjaya Aquatic, Muhammad Firdaus Adi Sanjaya, merasa terbantu oleh hadirnya sistem digital tersebut.

“Sistem ini memudahkan kami melihat kondisi air pada dua kolam melalui Telegram. Informasi ini membantu kami menentukan kapan harus memeriksa kolam secara langsung,” ungkap Firdaus.

Program ini terlaksana melalui skema Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna (P2TTG) 2026 DRPPS UMS. Tim UMS berharap inovasi ini menjaga stabilitas kualitas air pembibitan ikan nila sekaligus meningkatkan produktivitas perikanan air tawar lokal.

Kontributor: Maysali
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *