Berita

Petani Kopi Boyolali Raih Pelatihan Pascapanen dari UMS demi Dongkrak Nilai Jual

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Petani kopi Boyolali di Desa Seboto mendapatkan pelatihan pascapanen dan strategi pemasaran dari tim PPK Ormawa UMS. Langkah nyata ini bertujuan memperkuat daya saing komoditas lokal agar mampu menembus pasar kafe modern.

Tim PPK Ormawa HMP PTI UMS menggelar agenda pendampingan tersebut secara langsung di lahan perkebunan warga. Mahasiswa mendampingi masyarakat setempat agar mampu mengolah hasil panen secara optimal. Melalui program ini, pemahaman petani mengenai rantai pasok industri perkebunan terus berkembang pesat.

Penyelenggara menekankan bahwa keberhasilan usaha kopi Boyolali tidak hanya bergantung pada kualitas petik merah semata. Namun, kemampuan memasarkan produk secara tepat menjadi kunci utama keberhasilan ekonomi warga. Oleh karena itu, para peserta mempelajari strategi analisis peluang pasar yang kian dinamis.

Narasumber pelatihan, Alam Wulang Kautsar, membagikan pengalaman praktisnya sebagai pelaku usaha roasting dan pemasok biji kopi. Founder TO Coffee tersebut memaparkan peta persaingan industri olahan biji kopi di Indonesia saat ini.

Peluang Pasar dan Penguatan Kualitas Kopi Boyolali

Alam menjelaskan bahwa komoditas kopi Boyolali memiliki potensi besar untuk mengisi kebutuhan kafe maupun restoran. Budaya minum kopi yang terus meluas membuka ceruk pasar baru bagi produk lokal.

“Meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya minum kopi membuka peluang pasar yang semakin luas bagi para petani,” ujar Alam pada Rabu (2/9/2026).

Ia menambahkan bahwa petani harus mampu menjaga konsistensi mutu produk sejak proses pengeringan. Selain itu, petani kopi Desa Seboto perlu membangun identitas produk yang khas. Kerja sama erat dengan distributor dan pemilik roastery juga menjadi prioritas penting.

Para peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan pascapanen kopi dengan antusiasme tinggi. Sesi diskusi interaktif mewarnai jalannya acara saat warga menggali saran praktis dari narasumber.

Program penguatan kapasitas oleh PPK Ormawa UMS ini menjadi komitmen berkelanjutan dalam memberdayakan masyarakat desa. Lewat penerapan strategi pemasaran kopi yang tepat, hasil panen kopi Boyolali dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani.

Kontributor: Maysali
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *