Muhammadiyah Mulai Audit Energi Gedung PP Muhammadiyah, Dorong Hemat Listrik dan Energi Hijau
PWMJATENG.COM, JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi memulai proses audit energi gedung PP Muhammadiyah di Jakarta pada Rabu (2/9/2026). Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen persyarikatan dalam mendorong efisiensi listrik sekaligus memperkuat gerakan peduli lingkungan berbasis nilai keagamaan.
Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, menegaskan bahwa gerakan hemat energi Muhammadiyah bukan sekadar menekan biaya operasional kantor. Ia menyebut langkah ini memiliki landasan filosofis dan doktrin keagamaan yang kuat. Menurutnya, kepedulian lingkungan sejalan dengan spirit pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang selalu merespons berbagai persoalan umat pada zamannya.
“Kita berniat hemat energi bukan semata-mata karena pertimbangan ekonomi dan praktis. Namun, ada pemahaman ideologis, filosofis, dan doktrin keagamaan yang menjadi kesadaran kita,” ujar Izzul saat membuka Kick Off Meeting di Aula Lantai 6 Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta.
Izzul menambahkan bahwa firman Allah dalam Surah Al-A’raf ayat 56 secara tegas melarang manusia membuat kerusakan di muka bumi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan staf untuk membawa budaya hidup hemat Muhammadiyah ini hingga ke rumah masing-masing.
Evaluasi Panel Surya Gedung Muhammadiyah
Selain memeriksa penggunaan pendingin ruangan dan lampu, tim ahli juga mengukur efektivitas penggunaan panel surya gedung Muhammadiyah. Pemasangan sistem energi terbarukan ini merupakan upaya nyata efisiensi energi kantor Muhammadiyah yang sudah berjalan.
“Bukan masalah listriknya jadi murah, tapi ada nilai-nilai yang kita perjuangkan. Panel surya sudah kita pasang, dan seberapa efektif panel surya ini perlu kita lihat melalui audit ini,” tutur Izzul.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran PP Muhammadiyah Nomor 5/EDR/I.0/B/2026 tentang Imbauan Efisiensi dan Budaya Hidup Hemat. Surat tersebut mengimbau seluruh tingkatan pengurus untuk melakukan penghematan air, listrik, dan pemanfaatan energi terbarukan.
Wakil Direktur Program 1000 Cahaya, Dr. Sudarto M. Abukasim, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan audit keempat di lingkungan Muhammadiyah. Sebelumnya, tim 1000 Cahaya telah menyelesaikan audit di RS PKU Muhammadiyah Gamping, RS Islam Jakarta Sukapura, dan RS Islam Jakarta Pondok Kopi.
Pemeriksaan Mengacu Standardisasi ISO
Auditor Energi Senior 1000 Cahaya, Ruby Dharmapala, memastikan bahwa proses pemeriksaan mengacu pada standar baku nasional dan internasional. Tim menerapkan SNI ISO 50001 tentang sistem manajemen energi dan SNI ISO 50002 tentang audit energi agar hasilnya terukur secara terperinci.
Tim auditor menjalankan pemeriksaan lapangan selama empat hari. Auditor meneliti kondisi fisik bangunan, sistem kelistrikan, serta kebiasaan para pengguna ruangan yang memengaruhi tingkat konsumsi energi harian.
Setelah pembukaan acara, tim langsung melakukan walk through ke setiap ruangan di Gedung PP Muhammadiyah. Kunjungan ini bertujuan mengumpulkan data primer konsumsi listrik sekaligus mengevaluasi sistem pencahayaan dan pendingin udara.
Hasil akhir dari audit energi gedung PP Muhammadiyah ini akan menjadi acuan utama perbaikan tata kelola energi di seluruh fasilitas persyarikatan. Muhammadiyah berharap langkah awal ini mampu menginspirasi masyarakat luas untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan secara konsisten.
Kontributor: Farah
Editor: Akmal



