SD Muhammadiyah Jepara Gandeng Rumah Kearifan Dongkrak Mutu Pendidikan
PWMJATENG.COM, JEPARA — SD Muhammadiyah Jepara terus mematangkan langkah transformasi mutu pendidikan melalui kolaborasi strategis. Oleh karena itu, seluruh unsur sekolah berkumpul bersama konsultan Rumah Kearifan – School Empowerment Grant di Jepara pada Sabtu (29 /08/ 2026M/ 16 Rabiul Awal 1448 H). Pertemuan ini berfokus pada penyusunan analisis SWOT guna memetakan kondisi lembaga secara menyeluruh.
SD Muhammadiyah Jepara memanfaatkan pemetaan ini untuk membedah kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman. Langkah tersebut menjadi pijakan utama sekolah dalam melahirkan lembaga pendidikan unggul yang berkarakter Islami dan berkemajuan. Hasilnya, suasana diskusi berlangsung aktif dengan keterlibatan Kepala Sekolah, dewan guru, karyawan, dan komite sekolah.
Melalui langkah ini, SD Muhammadiyah Jepara merancang transformasi paradigma pendidikan berbasis analisis SWOT bersama Rumah Kearifan demi memperkuat mutu belajar-mengajar.
Strategi Analisis SWOT Pemetaan Mutu Sekolah
Kepala SD Muhammadiyah Jepara, H. Akhmad Faozan, menegaskan pentingnya penggalian potensi internal. Sekolah terus berupaya menemukan berbagai keunggulan sebagai modal utama peningkatan mutu pendidikan. Selain itu, pihak sekolah membuka ruang evaluasi terhadap kekurangan yang ada untuk menentukan arah perbaikan.
“Di sisi lain, kami turut memetakan berbagai tantangan dari lingkungan eksternal. Sekolah harus memiliki kesiapan matang dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan,” ujar Akhmad Faozan.
Sebab itu, proses analisis SWOT ini tidak sekadar menghasilkan dokumen tertulis. Seluruh pemangku kepentingan menjadikannya sebagai ruang bersama untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen nyata. Selanjutnya, tim penyusun mengolah setiap data tersebut menjadi program kerja strategis.
Peta transformasi mutu SD Muhammadiyah Jepara mencakup empat pilar utama:
-
Pihak sekolah mengoptimalkan Kekuatan (Strengths) secara maksimal.
-
Pihak sekolah memperbaiki Kelemahan (Weaknesses) secara terbuka dan komprehensif.
-
Pihak sekolah memanfaatkan Peluang (Opportunities) untuk pengembangan lembaga.
-
Pihak sekolah mengantisipasi Ancaman (Threats) sejak awal melalui perencanaan terukur.
Memperkuat Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah
Kemudian, SD Muhammadiyah Jepara menyadari bahwa perubahan besar memerlukan gotong royong seluruh warga sekolah. Akhmad Faozan menekankan keberhasilan program membutuhkan dukungan penuh dari para orang tua murid. Sinergi antara rumah dan lingkungan belajar menjadi kunci utama terciptanya sekolah unggul.
“Kami menanamkan spirit unggul, Islami, dan berkemajuan kepada seluruh SDM. Perubahan ini dimulai hari ini, dan sekolah hebat selalu lahir dari kerja sama harmonis antara rumah dan sekolah,” lanjutnya.
Oleh sebab itu, Akhmad Faozan juga mengajak para orang tua untuk konsisten mendampingi anak di rumah. Pendampingan tersebut meliputi kebiasaan bangun pagi, beribadah, belajar, hingga pembentukan akhlak terpuji. Ringkasnya, rumah menjadi tempat pertama memupuk karakter, sedangkan SD Muhammadiyah Jepara bertugas menyempurnakannya.
Kontributor: Dian Novitasari
Editor: Akmal



