Berita

Obati Kecanduan Gadget, SD di Solo Gelar Lomba Tradisional Peringati Hari Anak Nasional 2026

PWMJATENG.COMSURAKARTA — SD Negeri Sondakan Kota Surakarta memangkas ketergantungan layar gawai para siswa melalui aksi nyata. Oleh karena itu, pihak sekolah berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar lomba permainan tradisional dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Kamis (23/7/2026).

Langkah edukatif ini dilakukan untuk merespons Surat Edaran Wali Kota Surakarta Nomor 93 Tahun 2026 terkait Pelaksanaan Kegiatan Pagi Ceria. Selain itu, mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) FKIP UMS mengemas seluruh rangkaian acara dengan mengutamakan prinsip keselamatan serta perlindungan anak.

Sebagai pembuka, seluruh murid mengawali Peringatan Hari Anak Nasional 2026 dengan melakukan Senam Ceria bersama. Selanjutnya, empat mahasiswa Penjas UMS memimpin pergerakan fisik ini guna membakar semangat anak-anak sebelum bertanding.

Lomba Permainan Tradisional Pengikis Ketergantungan Gadget

Agar berjalan efektif, panitia membagi arena perlombaan ke dalam tiga kelompok usia. Pembagian ini disesuaikan dengan tingkat perkembangan motorik siswa supaya permainan tetap aman dan menyenangkan.

Pada tahap awal, siswa kelas 1 dan 2 bersaing ketat pada Balap Kelereng serta Balap Batok Kelapa. Lomba ini berguna untuk melatih koordinasi mata dan tangan yang kerap tumpul akibat terlalu lama menatap layar gawai.

Sementara itu, anak-anak kelas 3 dan 4 adu ketangkasan lewat Balap Batok Kelapa dan Balap Balok. Melalui perlombaan tersebut, mereka dapat mengasah keseimbangan tubuh sekaligus keberanian beraktivitas di luar ruangan.

Di sisi lain, murid kelas 5 dan 6 melatih kekompakan lewat Balap Karung dan Bakiak. Kedua jenis lomba ini menuntut komunikasi langsung serta interaksi fisik antar teman sebayanya.

Edukasi Karakter dan Kesehatan Anak

Atas terselenggaranya acara ini, Koordinator PLP PGSD UMS, Genta Pandu, mengapresiasi kepercayaan dari pihak sekolah. Sebab, kolaborasi lintas jurusan ini terbukti efektif dalam menghadirkan kegiatan fisik yang aman dan terstruktur.

“Melihat siswa bersemangat berlomba dengan gembira menjadi pengalaman berkesan bagi kami,” kata Genta Pandu, Sabtu (29/8/2026).

Senada dengan hal tersebut, perwakilan mahasiswa Penjas UMS, Madzhahibil, menambahkan bahwa ajang Peringatan Hari Anak Nasional 2026 ini menjadi wadah tepat untuk menanamkan hidup sehat. Pasalnya, aktivitas fisik secara langsung mampu mengalihkan perhatian anak dari kebiasaan bermain gawai.

“Melalui permainan tradisional, kami mengajarkan pentingnya aktivitas fisik bagi kesehatan anak-anak,” ujar Madzhahibil.

Di samping itu, Koordinator Guru Pamong SD Negeri Sondakan, Dwi Daryati, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Gerakan Sekolah Sehat. Hasilnya, permainan tradisional terbukti ampuh membangun interaksi sosial anak secara nyata.

“Siswa belajar kerja sama, sportivitas, dan sikap saling menghargai tanpa perlu sibuk dengan layar gawai,” tutur Dwi Daryati.

Akhirnya, rangkaian acara Peringatan Hari Anak Nasional 2026 ini ditutup dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba. Pada akhirnya, pengalaman ini sekaligus mengasah kesiapan mahasiswa UMS menjadi calon pendidik profesional di masa depan.

Kontributor: Maysali
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/