Mendikdasmen Abdul Mu’ti Resmikan MBS Kertek Wonosobo, Soroti Pentingnya Peran Ibu dan Cegah Stunting
PWMJATENG.COM, WONOSOBO — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kertek meresmikan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) PCM Kertek, Sabtu (16/8/2026). Acara yang dibarengi dengan Tabligh Akbar ini menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
Bupati Wonosobo bersama jajaran Forkopimda, Forkopimcab, PDM se-Kedu, PCM se-Kabupaten Wonosobo, tokoh masyarakat, dan warga Muhammadiyah turut memadati lokasi acara.
Sinergi dan Harapan Pendirian SMA MBS
Ketua PCM Kertek, Muh Ridlo, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan MBS Kertek yang kini genap berusia sembilan tahun. Sinergi kuat antara PCM Kertek dan BMT Tamzis menjadi kunci utama dalam membangun fasilitas serta mengembangkan pesantren ini.
“Semoga Allah mencatat semua amal shalih untuk perkembangan MBS ini sebagai amal jariyah. Kami juga memohon doa restu dan dukungan Dikdasmen untuk proses pendirian SMA MBS Kertek ke depan,” ujar Muh Ridlo.
Bupati Wonosobo: Belajar Pendidikan kepada Muhammadiyah
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Muhammadiyah dalam dunia pendidikan. Kehadiran MBS menjadi ikhtiar nyata untuk melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
Afif Nurhidayat menekankan empat poin penting terkait pembangunan pendidikan:
-
Persiapan Masa Depan: Pembangunan pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan anak-anak menghadapi masa depan.
-
Integrasi Kurikulum: MBS memadukan ilmu agama, pengetahuan umum, dan pembentukan karakter demi mencetak generasi yang cerdas, mandiri, serta peduli sesama.
-
Apresiasi Peran Muhammadiyah: Pemerintah daerah menilai pemerintah dan masyarakat perlu banyak belajar tentang tata kelola pendidikan kepada Muhammadiyah.
-
Gotong Royong: Masyarakat harus terus memperkuat soliditas agar terbebas dari kebodohan dan kemiskinan.
Pesan Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Fitrah, Peran Ibu, dan Investasi Ilmu
Saat memberikan tausyiah, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pendidikan anak sejak dini dan kedudukan ilmu dalam Islam.
1. Ibu sebagai Madrasatul Ula Pendidikan anak sejatinya berawal sejak masa kandungan. Saat Allah SWT meniupkan ruh pada usia empat bulan kandungan, janin mulai bisa mendengar dan proses pendidikan psikologis resmi berjalan. Oleh karena itu, ibu memegang peran sangat sentral. Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengingatkan orang tua untuk memenuhi gizi anak pada lima hingga tujuh tahun pertama kehidupan guna mencegah stunting.
2. Empat Fitrah Manusia Manusia lahir dalam keadaan fitrah dan sudah bersyahadat sejak di alam arwah. Allah SWT memuliakan manusia dengan memberikan empat dimensi fitrah:
-
Fitrah Jasmani: Fisik yang sempurna.
-
Fitrah Diniyah: Agama Islam yang suci sejak lahir.
-
Fitrah Akal: Kecerdasan dan pola pikir.
-
Fitrah Hati Nurani: Kesadaran moral dan spiritual.
Keempat dimensi ini menyatu untuk membentuk manusia sebagai khalifatul fil ardh atau pemimpin di bumi.
3. Pesan Teologis dan Relevansi Ilmu Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengingatkan agar manusia tidak sombong karena sejatinya berasal dari tanah. Manusia mengemban tugas untuk memakmurkan bumi, dan ilmu menjadi kunci utama untuk mengelola kekayaan alam.
Mengutip pesan Ali bin Abi Thalib, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa ilmu merupakan kunci keberhasilan dunia dan akhirat. Tingkat keilmuan masyarakat berkorelasi erat dengan tingkat kesejahteraan. Oleh sebab itu, pendidikan menjadi bentuk investasi paling krusial dalam pembangunan.
Rangkaian Tabligh Akbar dan Peresmian MBS Kertek ini berakhir dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita peresmian, dan foto bersama.
Kontributor: Rudi Pramono
Editor: Akmal



