Gandeng Dinas Arsip, PWM Jateng Tingkatkan Tata Kelola Kearsipan Profesional
PWMJATENG.COM, SEMARANG – Penyelamatan memori kolektif dan modernisasi pelayanan mendorong Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggandeng Dinas Kearsipan Provinsi guna meningkatkan tata kelola kearsipan profesional melalui pelatihan staf di Kantor PWM Jateng, Semarang, Selasa (11/8/2026).
PWM Jawa Tengah mengambil langkah tegas untuk memodernisasi organisasi. Kegiatan ini melibatkan narasumber ahli secara langsung dari Dinas Kearsipan Provinsi Jawa Tengah, Diyah Wahyuningsih, SH, MH. Langkah ini bertujuan membenahi sistem manajemen arsip dinamis mulai dari tahap penciptaan hingga penyusutan.
Mendorong Pelayanan Modern Muhammadiyah
PWM Jateng menyadari betul urgensi pengelolaan dokumen yang rapi dan terstruktur. Karena itu, pimpinan mendorong seluruh karyawan untuk memahami prosedur tata kelola kearsipan dengan baik. Para staf wajib menguasai alur pembuatan, penerimaan, hingga penyimpanan dokumen secara akurat.
“Dan harapan kami dengan kegiatan ini semakin meningkatkan tata kelola kearsipan di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah menuju pelayanan yang maju, profesional, dan modern,” ujar H. Mundjirin Mz, S.Pd., Eksekutif Senior PWM Jateng.
Selanjutnya, upaya progresif ini akan mengubah wajah organisasi secara keseluruhan. Publik akan melihat pelayanan modern Muhammadiyah yang lebih cepat dan transparan. Bahkan, komitmen ini akan memperkuat kredibilitas Persyarikatan di mata masyarakat luas.
Membenahi Sistem Administrasi Perkantoran
Selain aspek pelayanan, perbaikan sistem administrasi perkantoran juga menjadi fokus utama. Arsip bukan sekadar kertas usang yang bebas menumpuk di gudang. Sebaliknya, staf harus mengawasi siklus hidup setiap dokumen secara ketat.

“Sebagai pencipta arsip, PWM Jateng diharapkan dapat mengelola arsipnya mulai dari penciptaan sampai dengan nanti penyusutannya,” ujar Diyah Wahyuningsih.
Oleh sebab itu, Kantor PWM Jawa Tengah kini diharapkan bisa menerapkan standar kaidah yang baku. Seluruh elemen harus proaktif menyelamatkan arsip-arsip yang memiliki unsur pertanggungjawaban nasional. Pengelolaan yang benar juga akan memudahkan staf menemukan kembali dokumen saat mereka membutuhkannya.
“Arsip itu tidak hanya ditumpuk, tetapi kita olah dan kita kelola dengan baik sehingga mudah untuk ditemukan,” ujar Diyah.
Melalui komitmen dan sinergi yang kuat ini, pimpinan berharap optimalisasi tata kelola kearsipan terus berlanjut secara berkesinambungan. Pembenahan sistem administrasi perkantoran dan manajemen arsip dinamis yang tertata rapi akan menjadi fondasi utama. Hal ini memegang peran krusial dalam menjaga rekam jejak dan memori kolektif Persyarikatan demi mewujudkan pelayanan modern Muhammadiyah ke depannya.
Editor: Al-Afasy



