Tembus Kampus Thailand, Tim Kebidanan UMP Jajaki Praktik Kedokteran Tradisional hingga Klinik Canggih
PWMJATENG.COM, BANYUMAS — Tim Kebidanan UMP Thailand mengukir langkah strategis dalam memperkuat jejaring pendidikan global. Sebanyak 5 dosen dan 11 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sukses menggelar academic visit ke Faculty of Nursing, Thammasat University, Thailand pada 21–22 Juli 2026.
Kegiatan internasional ini berlangsung mendalam dengan pendampingan langsung dari Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) UMP. Selain mempererat kemitraan antarlembaga, agenda ini memberikan wawasan global yang konkret bagi para peserta.
Dekan Faculty of Nursing Thammasat University, Assoc. Prof. Dr. Yaowarat Matchim, menyambut hangat kedatangan rombongan. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaborasi akademik internasional ini.
“Kami sangat senang menyambut delegasi Kebidanan dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Kunjungan ini mempererat kemitraan kita sekaligus membuka jalan bagi kegiatan kolaboratif masa depan,” ujar Yaowarat.
Bahkan, pihak Thammasat University secara khusus mengundang UMP menjadi co-host dalam konferensi internasional berkala tiga tahunan. Hal tersebut menjadi bukti kepercayaan global terhadap kapasitas akademik UMP.
Ketua Program Studi Sarjana Kebidanan UMP, Bdn. Isnaeni Rofiqoh, M.Keb., menyambut terbuka peluang emas tersebut. Ia menegaskan bahwa interaksi langsung ini memperkokoh fondasi riset dan pengajaran di institusinya.
Observasi Layanan Medis Modern dan Tradisional
Selama dua hari penuh, tim Kebidanan UMP Thailand menjalani serangkaian agenda padat. Mereka mengawali kegiatan dengan orientasi fakultas serta studi literatur di Nongyao Chaiseri Library.
Selanjutnya, peserta mengikuti sit-in class mata kuliah Family Nursing and Midwifery. Mahasiswa juga mengamati langsung layanan di Maternal Fetal Medicine Clinic, Antenatal Care Clinic, Labor Room, hingga Postpartum Unit Thammasat University Hospital.
“Seluruh dosen dan mahasiswa meninjau Nursing Laboratory, Simulation Lab, serta Applied Thai Traditional Medical Clinic. Kami bahkan mencoba Thai traditional massage menggunakan herbal bowl,” tutur Isnaeni.
Pengalaman mendalami praktik kebidanan Thailand berbasis herbal tersebut memberikan perspektif baru bagi para peserta. Mereka dapat membandingkan pelayanan kesehatan tradisional Thailand dengan metode kebidanan di Indonesia.
Refleksi Budaya dan Rencana Konferensi Bersama
Setiap akhir sesi, para peserta berkumpul dalam agenda refleksi harian. Diskusi interaktif bersama para Ajarn (dosen) dan mahasiswa Thammasat University mendinamiskan ruang pertukaran budaya akademik ini.
Melalui dialog tersebut, kedua pihak mengevaluasi hasil observasi lapangan secara tajam. Langkah ini memastikan setiap materi praktik yang diperoleh dapat diserap secara optimal.
Sebagai penutup, kedua universitas merumuskan rencana aksi konkret. Tim Kebidanan UMP Thailand dan Thammasat University sepakat mematangkan persiapan joint international conference sebagai wujud nyata komitmen pendidikan berkelanjutan.
Kontributor: Cahyudi
Editor: Al-Afasy



